Oknum Notaris Divonis Hukuman Percobaan, Jaksa Ajukan Banding

Eunika Wahyu Praseyanti , oknum notaris yang divonis percobaan (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Eunika Wahyu Praseyanti (54) oknum notaris yang menjadi terdakwa dalam kasus pemalsuan surat akta jual beli tanah, yang divonis 9 bulan dengan masa percobaan 1 tahun sepertinya belum bisa tersenyum lebar.

Sebab, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raka Arimbawa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 18 bulan (1,5 tahun) mengajukan upaya hukum banding.

Jaksa Raka Arimbawa yang dihubungi membenarkan pihaknya mengajukan banding. Bahkan dia mengatakan, Senin (18/9) hari ini memori banding sudah dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Bali.

“Rencana hari ini memori banding kami kirim,”kata Raka Arimbawa, Senin (18/9). Ditanya soal alasan mengajukan banding, Raka Arimbawa menjawab karena adanya perbedaan antara tuntutan jaksa dengan vonis hakim.

Raka Arimbawa menjelaskan,  vonis percobaan yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Estar Oktavi belum mencerminkan rasa keadilan bagi korban, Fika Stania.

“Kami anggap belum mencerminkan rasa keadilan untuk korban karena antara terdakwa dan korban belum ada perdamaian,”tandas Jaksa Raka Arimbawa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Uenika Wahyu Praseyanti, oknum Notaris yang tinggal di Jln. Garuda A 138 Ungasan Permai, Kuta itu oleh JPU Raka Arimbawa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat berupa akta otentik.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 264 ayat (1) ke-1 KUHP.”Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 18 bulan,”kata Jaksa Raka dalam amar tuntutanya.

Majelis hakim PN Denpasar pimpinan Estar Oktavi dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan jaksa bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat berupa akta otentik.

Tapi majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dituntut JPU. Majelis akhirya memberikan hadiah kepada oknum Notaris ini hukuman 9 bulan dengan masa percobaan 1 tahun. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita terkait :

Tidak Menikmati Hasil Kejahatan,  Oknum Notaris Dituntut Ringan 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment