Obat Ilegal PCC Makan Korban di Kendari, di Bali Belum Ditemukan

Obat ilegal PCC yang memakan korban di Kendari. Foto: bnn/Ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Terkait berita penyalahgunaan obat ilegal Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengaku, pihaknya masih menunggu informasi dari Balai Laboratorium Narkotika BNN.

Saat ini BNNP, dan BNNK sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan BPOM wilayah setempat untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC tersebut.

Menurutnya dampak mengkonsumsi PCC sama dengan flakka, sangat dahsyat. “Terkait dengan apakah PCC sudah masuk ke Bali atau tidak, saat ini di Bali belum ditemukan,” ungkapnya di Denpasar, Kamis (14/09).

Obat ilegal PCC. Foto: bnn/Ist.

Pihaknya akan memperkuat sinergitas dengan aparat penegak hukum lain untuk menangkal PCC masuk ke Bali baik melalui udara, laut, dan darat dengan memperketat pos penjagaan.

“BNN mengharap kepedulian dan sinergitas seluruh komponen masyarakat untuk turut aktif menjaga lingkungan masing-masing dari pengedar narkoba dan selalu menginfokan ke BNN apabila ada yang mencurigakan,” himbaunya.

Seperti diberitakan, di Kendari, Sulawesi Tenggara sebanyak 43 orang remaja usia sekolah, dan mahasiswa menjadi korban akibat penyalahgunaan obat-obatan tersebut. Dari ke 43 pasien tersebut, satu diantaranya meninggal dunia pasien dengan inisial Randi (13). Korban diketahui merupakan murid kelas 6 Sekolah Dasar. Kini ke-42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment