Gunung Agung Semburkan Asap Putih Setinggi 150 Meter

Salah satu petugas di pos pemantau tengah mengamati kondisi Gunung Agung, Jumat (15/09). Foto: bnn/ist.

Karangasem/BaliNewsNetwork-Pasca peningkatan status normal ke level waspada, pos pemantau gunung Api, Gunung Agung, di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, terus memantau setiap detik kondisi vulkanik Gunung Agung.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Api, untuk Gunung Agung, Dewa Made Mertayasa mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut beberapa hari terakhir ini.

“Dari hasil pemantauan terakhir yang kami lakukan pada pagi tadi secara visual kami melihat ada luncuran asap putih ke atas setinggi 150 meter dari bibir kawah,” ujarnya, Jumat (15/09).

Semburan ke udara tersebut, menurutnya hanya asap putih bukan luncuran awan panas. Selain awan putih setinggi 150 meter, alat seismograf yang terpasang di Pos Pemantauan juga merekam sebanyak 8 kali gempa vulkanik A, gempa vulkanik dalam dan dangkal sejak pagi tadi, Jumat 15 September 2017.

“Gempa vulkanik masih terjadi dan itu sifatnya masih fluktuatif berkisar antara 05-10 Skala Richter (SR),” katanya.

Ia menambahkan, soal gempa yang terjadi di Gunung Agung sudah terdeteksi sejak Agustus 2017 lalu. Getaran gempa vulkanik yang terjadi masih dikisaran itu atau tidak lebih dari 10 SR.

Munculnya sembulan asap putih atau yang lebih dikenal sebagai asap kawah, dijelaskannya sebagai tanda peningkatan pergerakan aktivitas magma dalam kawah Gunung Agung. Munculnya asap kawah biasanya akan dibarengi dengan getaran gempa yang terekam oleh seismograf.

Sementara itu sejak beberapa hari lalu, pos pemantauan Gunung Agung yang berada di Kecamatan Rendang terus didatangi warga yang ingin mendapatkan penjelasan yang benar langsung dari petugas pos pengamatan terkait kondisi sebenarnya aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Dikatakan pula bahwa sejak kemarin, pos pemantau di Desa Rendang Karangasem terus didatangi warga dan sejumlah pejabat yang menelpon langsung soal kondisi Gunung Agung. “Banyak warga resah terutama mereka yang berada di seputaran kaki Gunung Agung. Mereka baca di media online dan koran serta medsos tentang kondisi Gunung Agung,” pungkasnya.

Dirinya mengaku hanya bisa memberikan penjelasan yang benar kepada warga terkait aktivitas terkini Gunung Agung yang pada intinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik. “Bersama Bapak Kapolres, kami melakukan patroli memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kondisi Gunung Agung dan menghimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada,” akunya.

Selain itu, pihaknya juga mensosialisasikan arahan Kapolres Karangasem agar para pendaki untuk sementara menunda melakukan pendakian hingga kondisi Gunung Agung kembali normal.

Namun informasi yang didapat, sejak aktivitas Gunung Agung dilaporkan meningkat jumlah wisatawan asing yang melakukan pendakian juga ikut meningkat, utamanya dari pos pendakian Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. (Sid)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment