Cabuli Bocah 8 Tahun, Pekak 78 Tahun Terancam Habiskan Masa Tua di Penjara

I Ketut R alias Pekak saat digiring menuju ruang tahanan PN Denpasar.  bnn/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Perbuatan kakek 78 tahun bernama I Ketut R alias Pekak ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana tidak, di usia yang tidak muda lagi, dia mencabuli bocah yang masih berusia 8 tahun.

Karena itu, Pekak yang tinggal di Jln. Pemogan itu harus dihadapakan dipersidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (13/9).

Dalam sidang yang di gelar secara tertutup itu, berlangsung unik. Pasalnya, Pekak selain indra pendegarnya sudah mulai terganggu, ternyata juga tidak bisa berbahasa Indonesia sehingga harus didampingi penerjemah bahasa Bali.

Sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bella Putra Admaja yang dibacakan di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada,  perbuatan cabul ini dilakukan pada hari Rabu (12/4) lalu di rumahnya, di Pemogan, Denpasar.

Pencabulan ini terjadi saat korban sebut saja bernama Bunga, mengambil kamben (kain) yang di jemur. Saat itu terdakwa sedang duduk persis di depan jemuran.

“Melihan korban, terdakwa langsung menghampiri dan menarik tangan korban,”sebut Jaksa yang akrab disapa Bella itu. Korban sempat memberontak saat tangannya ditarik oleh terdakwa.

“Tapi terdakwa menarik dengan keras dan meminta korban untuk duduk di lantai,”imbuh Bella dalam dakwaannya.

Setelah korban duduk di lantai, terdakwa lalu menarik celana korban ke bawah sampai ke lutut.

“Lalu terdakwa memasukan jarinya ke dalam kemaluan korban sampai hingga korban kesakitan,”ungkap jaksa dari Kejari Denpasar itu.

Beruntung saat kejadian, datang teman korban, sebut saja bernama Mawar.

“Saksi Mawar langsung berteriak sehingga terdakwa langsung menarik jarinya dan kembali menaikan celana korban,” ungkap jaksa.

“Terdakwa lalu memberi uang Rp 2000 kepada korban dengan harapan untuk tidak menceritakan kejadian cabul ini kepada orang lain,” tegas jaksa sebagaimana dalam dakwaan.

Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami luka  pada kemaluanya karena hasil visum menunjukkan ada luka lecet di kemaluan korban. Sementara terdakwa, akibat dari ulahnya ini terancam menghabiskan masa tuanya di LP Kerobokan Denpasar.

Dalam dakwaan, Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal tunggal yaitu Pasal 76 e Jo Pasal 82. UU RI. No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI. No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment