Kasus Pembobolan  Brankas Dinkes Flotim Masih Misterius, Gertak Minta Polda NTT Turun Tangan

Robert Ledor, Sekretaris Forum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores Timur. BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Peristiwa pembobolan brankas milik Dinas Kesehatan Flores Timur pada Kamis (26/1/2017) silam masih belum berhasil diendus penyidik Polres Flotim. Kronologis seputar pergerakan brankas dari dalam ruangan penyimpanan menuju lorong pada pintu di bagian belakang (eks ruangan 2H2 Centre) serta kisah fisik brankas yang sudah dibobol hingga  raibnya isi brangkas tersebut, pun masih terbungkus dalam argumentasi Kapolres Flores Timur Arri Vaviriyanto: “Masih dalam proses penyelidikan”.

Lambannya pengungkapan kasus tersebut membuat para aktivis Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores Timur angkat bicara. Sekretaris Gertak Flotim Robert Ledor yang  dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com, Rabu (13/9) melalui jalur messenger terkait kenyataan  tersebut, menilai pihak Polres Flotim sangat lamban membuka tabir misteri pembobolan brankas pada moment pilkada Flotim itu.

Konsentrasi penyidik dalam  kasus tindak pidana korupsi  (Tipikor) dengan menetapkan Bendahara Dinkes Willy Wato Kolah sebagai tersangka  kasus pencurian uang milik Dinkes Flotim dengan cara membobol brankas, bagi aktivis Gertak Flotim itu merupakan sebuah kejanggalan dan menunjukkan ketidakseriusan penyidik Polres Flotim dalam mengungkap kasus pembobolan brankas yang menyebabkan raibnya Rp 300 ratusan juta dana kegiatan plus Rp 18 juta dana honorarium tenaga kontrak itu.

Sebelum menetapkan tersangka untuk tindak pidana khusus tersebut, seharusnya penyidik lebih dahulu mengungkapkan soal pergerakan brankas dari dalam ruangan bagian keuangan menuju luar ruangan (TKP), kondisi brangkas yang dibobol, hilangnya isi brankas, serta beberapa pintu ruangan yang didongkel itu.

“Ini fakta pidana umumnya! Yang ini saja belum terungkap, kok malah penyidik telah menetapkan WWK sebagai tersangka dalam tindak pidana khusus serta lebih berkonsentrasi pada pidana tipikor itu? Aneh!,” ungkap Robert Ledor seraya menegaskan pihaknya akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak Polda NTT untuk turun tangan menangani  pengungkapan kasus pembobolan brankas tersebut.

Sembilan bulan sudah kisah pembobolan brankas milik Dinas Kesehatan Flores Timur  berdiam diri dalam aktivitas penyelidikan penyidik Polres Flotim. Ketegasan mantan Kapolres Flotim AKBP Yandri Irshan sebelumnya pun  tak bisa diwujudnyatakan. Berganti ke pola senyap penyelidikan yang diikuti pergantian sasaran bidik baik dari “orang dalam” hingga pihak luar termasuk residivis pencurian serta cloaning HP pihak-pihak terkait pun ternyata hanya meninggalkan kalimat  “masih dalam penyelidikan”.

Kondisi ini makin diperparah dengan sistem informasi satu  pintu dandanan Kapolres Arri Vaviriyanto semakin membuat tertutup informasi penanganan kasus tersebut. Emnir.

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment