Yanuar Nahak : Sangat Wajar Terdakwa Menangis Dituntut 18 Tahun Penjara

Yanuar Nahak bersama terdakwa Olwethu Sizwekazi Mcinga. bnn/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Keberuntungan memang masih berpihak pada Olwetu Sizwekazi Mcinga, warga negara (WN) Afrika Selatan (Afsel) yang ditangkap di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai karena membawa sekilo sabu.

Dengan barang bukti sebanyak itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fithrah hanya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun plus denda Rp 10 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Meski terdakwa menangis saat mendengar tuntutan jaksa, namun di balik tangisan itu terdakwa pantas untuk bersyukur mengingat ancaman hukuman dalam perkara yang menjeratnya itu adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Yanuar Nahak, kuasa hukum terdakwa usai sidang, Senin (11/9) mengatakan, tuntutan hukuman 18 tahun penjara, meski berat tapi sangat pas diterima oleh terdakwa.

Sebab, meski barang bukti dalam perkara ini cukup banyak, tapi selama proses persidangan terdakwa sangat kooperatif, serta mengakui kesalahanya dan sangat menyesali perbuatanya.

“Dari awal saya sudah sampaikan kepada terdakwa bahwa kasus yang menjeratnya ini ancaman hukumanya sangat berat. Jadi bersyukurlah karena jaksa hanya menuntut 18 tahun penjara,” sebut Yanuar Nahak.

Namun demikian, sebagai manusia biasa, tuntutan 18 tahun penjara juga tidak ringan. Karena itu, wajar bila terdakwa menangis saat mendengar tuntutan tersebut.

“Tuntutan 18 tahun penjara ini juga bukan tuntutan yang ringan. Oleh karena itu sebagai manusia biasa terdakwa merasa kecewa. Tapi ya itu, ada perbuatan, tentu ada konsekwensi yang harus dibayar,” pungkas pengacara asal, Belu, NTT itu.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita terkait:
Dituntut 18 Tahun, Bule Afsel Pengimpor Sekilo Sabu Menangis

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment