Ukur Kinerja Birokrasi, Men PAN-RB Siapkan Standar ISO/TC

Asman Abnur Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) membuka sidang pleno ke-33 International Standardization Tecnical Committees atau ISO/TC 176 yang dilaksanakan di Kuta, Badung Bali, Senin (11/09). Foto: bnn/ist.

Kuta/BaliNewsNetwork-Asman Abnur Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) menyampaikan bahwa saat ini, Kemen Pan-RB sedang merampungkan organisasi agar tidak boros dan mubazir, dan memperbaiki sistem rekrutmen CPNS. Salah satunya dengan merubah sistem manual menjadi sistem eletronik.

“Kita berharap dengan adanya ISO/TC bisa mengubah semua lini. Untuk itu peran Badan Standar Nasional (BSN) sangat penting, agar kedepannya kita juga bisa menjadi pedoman dunia. Karena hal ini nantinya tidak hanya diterapkan di Indonesia tapi dunia,” jelasnya saat membuka sidang pleno ke-33 International Standardization Tecnical Committees atau ISO/TC 176 yang akan dilaksanakan di Kuta, Badung Bali dari tanggal 11 sampai 15, Senin (11/09).

Dengan adanya ISO/TC, nanti kedepannya tugas BSN akan semakin berat, karena harus mengevaluasi Laporan Kinerja Internal Pemerintah (LAKIP).

“Jelasnya di manjeman kinerja itu akan diberikan reward bagi yang LAKIP-nya bernilainya A. Kita sudah sepakat dengan Mentri Keuangan, dengan begitu Pemda akan berpacu untuk memperbaiki LAKIP-nya,” ujar Asman.

Menurut Asman untuk nilai LAKIP yang mencapai great A, ada empat yakni Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah.

“Kabupaten kota baru ada dua, Banyuwangi sama Kota Bandung. Yang lainnya belum mencapai great A. Kita berharap tidak usah A , minimum B saja sudah bagus. Saya target tahun ini. Tahun 2018 daerah itu minum dapat nilai Bagus. Itu target saya. Jadi sekarang kita kerja keras untuk mencapainya,” katanya.

Sementara Sidang Pleno ISO/TC 176 diikuti oleh 125 orang dari 44 negara. Hal ini dilakukan untuk menunjukan komitmen Indonesia dalam berpartisipasi aktif dalam kegiatan standardisasi internasional khususnya dalam lingkup manajemen mutu dan jaminan mutu, dan sekaligus terlibat dalam proses negosiasi delegasi dalam sidang tersebut.

Adanya ISO/TC sebuah ukuran standardisasi internasional untuk manajeman negara. Karena ISO/TC adalah ukuran standardisasi dunia, maka pihaknya akan menerapkan hal ini untuk manajamen ukuran negara.

“Pertama saya mendukung BSN menerapkan standardisasi dunia. Kedepannya kita berharap nanti Pemerintah Daerah mulai dari Provinsi, Kabupanten dan Kota sudah ada alat ukur standar kerja Indonesia, khususnya birokrasi dan aparatur sipil negara,” ucapnya.

Sementara manajeman kinerja yang ukurannya bukan lagi serapan atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) namun ukurannya apa yang dihasilkan.

“Manajeman kinerja ukurannya apa yang dihasilkan, hal ini akan berpengaruh pada tunjangan kinerja pada birokrasi, namun tunjangan kinerja bisa saja berbeda. Karena kita menerapkan sistem kinerja. ISO/TC disini perannya sangat penting untuk mengukur kinerja birokrasi,” imbuhnya. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment