Takut Terjangkit Virus Rabies, Puluhan Warga Boru Datangi Dinkes Flotim

Warga Boru Klobong yang memadati ruangan imunisasi dan VAR untuk mendapatkan pelayanan Vaksin Rabies, Senin (11/09). Foto: bnn/emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Sekitar 30-an warga Boru Klobong, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang pada Senin, (11/09) mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Flores Timur untuk mendapatkan pelayanan vaksin rabies. Kedatangan rombongan warga tersebut dipicu oleh rasa khawatir mereka akan terjangkitnya virus rabies yang telah memutuskan usia hidup Sisilia Sebo Liwu (50) belum lama ini.

Menurut suami korban, Antonius Iri (52) ketika dikonfirmasi disela-sela kegiatan vaksinasi tersebut menuturkan kematian istrinya itu bermula dari kejadian gigitan anjing pada kaki istrinya (Sisilia Sebo Liwun) di bulan Desember 2016 silam. Mengandalkan ajian batu pengisap racun yang dipercayai dapat mengeluarkan racun, korban gigitan itu pun tidak diantar ke puskesmas Boru. Alhasil pada tanggal 5 September 2017, Sisilia Sebo lalu jatuh sakit. Dan pada tanggal 7 September 2017 kami membawanya ke Puskesmas.

Foto: bnn/emnir.

“Sakitnya itu diikuti dengan perubahan perilaku. Karena sakitnya tersebut, kami lalu membawanya ke Puskemas. Setelah ditelusuri dan atas pemeriksaan dokter, istri saya dinyatakan positip rabies. Kelakuannya pun berubah, takut terhadap air, angin dan takut akan terang. Dan belum lama ini dia pun meninggal. Oleh karena itu atas saran pihak puskesmas Boru , kami datang ke sini untuk divaksin. Takut terjangkit dari virus tersebut,” jelas Antonius Iri.

Hal senada pun disampaikan Emilia Iri (23), putri sulung pasangan Antonius Iri dan Sisilia Sebo Liwun. Kedatangan mereka ke Dinkes untuk mendapatkan vaksin rabies bukan karena pernah digigit anjing, namun hanya untuk mencegah terjadinya penularan virus rabies yang telah menyerang ibunya.

“Kami semua ini adalah keluarga besar. Sewaktu mama sakit akibat gigitan anjing, kami semua lah yang merawat mama. Karena sentuhan langsung dengan mama, makanya kami khawatir terjangkit virus itu. Oleh karena itu kami ke sini untuk mendapatkan vaksin. Jadi bukan karena kami pernah digigit anjing. Hanya untuk mencegah tularan virusnya, karena mama dinyatakan oleh dokter di Puskesmas Boru, positip rabies,” tutur Emilia.

Sebagaimana yang disaksikan balinewsnetworkcom, kedatangan rombongan keluarga besar Antonius Iri tersebut diterima oleh Kabid P2P dinkes Flotim, Asterius Soge. Setelah memberikan penjelasan singkat tentang pola tanggap pasca terkena gigitan anjing, Asterius lalu mengarahkan mereka untuk masuk dalam ruangan imunisasi dan VAR untuk mendapatkan vaksin rabies. (Emnir)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment