Tak Cuma Perdes, Konservasi Laut Desa Birawan Dikuatkan dengan Ritual Adat
Ritual adat gerakan konservasi laut Desa Birawan. Foto: bnn/emnir.
Ilebura/BaliNewsNetwork-Di hadapan Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST dan Ny. Lusia Gege Hadjon, utusan dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Komunikasi dan Informasi Flotim, warga Desa Birawan, Kecamatan Ilebura pada Jumat, (08/09) menunjukan ketegasan komitmen mereka akan gerakan menjaga perairan beserta isinya. Tak cuma mengunci perilaku perusakan perairan dan ekosistemnya dalam peraturan desa, ritual adat gerakan konservasi tersebut juga disaksikan langsung oleh Bupati Anton Hadjon.
Sebagaimana yang terjadi pada acara pelepasan 19 tukik (anak penyu), di hadapan seluruh warga Desa Birawan dan seluruh kepala desa dan BPD se-Kecamatan Ilebura, tokoh adat Birawan, Matias Kaja Witi melakukan seremonial adat melindungi perairan mereka tepat di bibir Pantai Nara Lewotobi.
“Barang siapa yang dengan sengaja mengganggu perairan ini dan merusaknya, maka basmilah dia. Hari ini kami semua warga desa ini  bersama Bapak Bupati Flores Timur telah berkomitmen untuk selamatkan laut Flotim dan kami warga Desa Birawan telah satukan tekad untuk menjaga periaran ini. Bantu kami untuk menjaga laut ini dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kami menyerahkan sepenuhnya pada kuasa dan kekuatanmu. Bila ada yang melanggar, ambilah dia, basmilah dia,” seru Matia Kaja sembari mengangkat tangannya memohon kepada Haribota (penguasa laut).
Usai seremonial tersebut, 19 tukik berjenis lekang dilepaskan ke laut. Semua warga Desa Birawan, memadati Pantai Nara dan menyaksikan acara pelepasan tukik yang telah ditangkar oleh kelompok konservasi binaan Misool Baseftin. (Emnir)
Editor: Ni Ketut Budiantari
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment