Kampung Tak Bersinyal, Dua Desa di Ile Bura Punya Website Desa, Bupati Flotim Kagum
Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon, ST memukul gong dalam acara launching website Desa Birawan dan Lewo Awang, di Kantor Desa Birawan, Juma, (08/09). Foto: bnn/emnir.

Ile Bura/BaliNewsNetwork-Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST terkagum ketika mendengar laporan Kepala Desa Birawan, Kecamatan Ile Bura, Tarsisius Buto Muda, Jumat (08/09) akan kisah menarik dari Birawan dan Lewo Awang yang mampu menciptakan website desa mereka, walau tidak memiliki jaringan Telkomsel (sinyal). Kreativitas dan daya juang Pemerintah Desa bersama masyarakat kedua desa tersebut mendapat apresiasi Bupati Anton Hadjon.

Sembari berjanji akan membebaskan warga Birawan dan Lewo Awang dari kemelut akses komunikasi tersebut, Bupati Anton Hadjon yang hadir di acara launching www.birawan.co.id dan www.desalewoawang.com tersebut meminta agar kebolehan yang telah ditunjukkan oleh Pemdes Birawan dan Lewo Awang bisa menjadi inspirasi bagi Pemdes lainnya di Kecamatan Ile Bura serta desa-desa lainnya di Flores Timur.

 “Ini baru pertama di Flotim. Birawan dan Lewo Awang, merupakan dua desa pertama di Flotim yang memiliki website desanya. Saya kagum, dan sangat tertarik dengan daya juang sebagaimana yang dipaparkan oleh Kades Birawan tadi. Jaringan Telkomsel yang parah, namun mereka bisa ciptakan website desa mereka. Website merupakan sarana informasi dan komunikasi. Kami memang telah bertekad untuk mengintegrasikan semuanya itu di tahun 2018 dan semoga apa yang terjadi hari ini menjadi inspirasi bagi semua desa di Ile Bura dan desa-desa lainnya di Flotim,” ujar Bupati Anton dengan terus-menerus menekankan akan keunggulan website desa baik dari aspek informasi maupun komunikasi dan konsultasi .

Sedangkan terkait kendala jaringan Telkomsel yang masih menjadi kidung duka warga di kedua desa tersebut, Bupati Anton Hadjon mengaku telah membangun koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Flotim bersama pihak Telkom Flotim untuk melakukan survey terhadap penyebaran titik-titik sinyal, termasuk di kecamatan Ile Bura yang berujung pada pembangunan tower Telkomsel.

“Oleh karena itu, lahan menjadi hal mutlak yang harus disiapkan. Masyarakat harus bisa mengikhlaskan lahan untuk urusan ini. Dan luar biasa, Birawan dan Lewo Awang telah menunjukan sesuatu yang sangat berharga bagi Flotim.Sementara itu Kades Tarsisius Buto Muda dalam laporannya terkait akses website Desa Birawan dan Lewo Awang, pihaknya terpaksa harus bergerak ke desa lain dalam Kecamatan Ile Bura yang terjangkau sinyal Telkomsel.

Website Birawan dan Lewo Awang itu bergerak. Ketika di desa website kami dalam posisi offline. Aktivitas website dapat kami lakukan dengan cara bergerak menuju desa lain yang memiliki sinyal Telkomsel yang bagus. Oleh karena itu, kami minta Pak Bupati untuk bisa membebaskan kami dari kemelut ini. Lewo Awang punya kisah lebih buruk lagi, Pak Bupati. Desa yang berpenduduk 1206 jiwa tersebut harus menempuh jarak 4 kilo meter hanya untuk dapatkan sinyal. Bahkan di desa itu masih menggunakan tempurung kelapa di tiga titik hanya untuk menangkap sinyal. Itu pun hanya untuk sms,” urai Tarsi Muda. (Emnir)
Editor: Ni Ketut Budiantari
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment