Jokowi Bagikan 3500 Sertifikat Tanah di Badung

Presiden RI saat pembagian 3500 sertifikat tanah di Kabupaten Badung, Jumat (08/09). Foto: bnn/ist.

Badung/BaliNewsNetwork-Presiden Joko Widodo menyerahkan 3500 sertifikat tanah kepada warga Bali di Lapangan Puspem, Badung. Ini merupakan arahan Menteri BPN agar segera menyelesaikan persertifikatan tanah di Indonesia dan kemudian diserahkan kepada masyarakat.

“Banyak sekali sengketa, karena belum pegang ini (sertifikat tanah-red). Kalau sudah pegang ini kan aman, sertifikatnya ada,” ujar Jokowi, Jumat (08/09).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meminta kepada masyarakat yang sudah menerima sertifikat agar menjaga sertifikatnya dengan baik supaya tidak rusak.

“Kalau sudah pegang sertifikat tolong beri plastik. Kalau genteng bocor tidak rusak. Yang kedua tolong difotokopi Kalau hilang biar cepat ngurusnya,” katanya. Presiden menyarankan kalau sertifikat itu mau dijadikan jaminan di bank agar memperhatikan kemampuan dalam membayar.

“Yang ketiga, kalau mau di sekolahkan di Bank agar hati-hati. Dihitung dan kalkulasi. Hati-hati. Biasanya begitu dapat sertifikat langsung ke bank. Dapat 200 juta, langsung 100 jutanya beli mobil. Ini yang tidak boleh diutak-atik untuk kesenangan. Sertifikat ini bisa hilang. Hati-hati,” pesan Jokowi berkali-kali.

Ditegaskan bahwa sertifikat ini sebagai tanda bukti hak atas tanah yang harus disimpan oleh masyarakat. “Silahkan ke bank nggak apa-apa, tapi jangan sampai hilang,” imbuhnya.

Ia juga minta kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat. “Saya titip kepada BPN berikan pelayanan yang cepat pada masyarakat. Kemudian secepat-cepatnya dikeluarkan,” pinta Jokowi.

Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang RI melaporkan total ada 3.500 sertifikat yang diserahkan kepada 2.797 penerima dari lima kabupaten/kota di Bali. Meliputi Kabupaten Badung 1.000 sertifikat, Tabanan 1.000 sertifikat, Gianyar 1.000 sertifikat, Kota Denpasar 300 sertifikat dan Klungkung 200 sertifikat.

Dirinya mengatakan saat ini ada 46 juta bidang tanah bersertifikat dari 126 juta bidang yang ada di seluruh Indonesia. Untuk di Bali, pihaknya menargetkan semua tanah sudah bersertifikat dan terdaftar pada tahun 2019. “Kalau di Bali sudah sangat banyak tanah bersertifikat. Bagi yang belum, silahkan mendaftarkan tanahnya,” tukasnya.

Sementara untuk Badung, Sofyan Djalil menyatakan tahun 2018 ini sudah rampung. “Kalau untuk Badung tahun 2018 semua tanah sudah bersertifikat,” tegasnya sembari menambahkan pada tahun 2017 ini pihaknya telah menyerahkan sekitar 5 juta sertifikat di seluruh Indonesia. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment