Mengahalangi Eksekusi, Mantan Hakim Ini Akhirnya Diadili

Ida Bagus Rai Patiputra menjadi terdakwa di Pengadilan korupsi (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork– Ida Bagus Rai Patiputra, pensiunan Hakim yang menjadi tersangka dalam kasus mengalangi penyidikan dan penunutan serta eksekusi terhadap barang sitaan berupa tanah di Jln. Bay Pass Ngurah Rai, Rabu (5/9) diaidili di Pengadilan Tipikor, Denpasar.

Sidang dipimpin oleh Hakim I Wayan Sukanila. Sedang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hadir untuk membacakan dakwaan adalah Hari Soetopo. Sementara terdakwa didampingi pengacara Ida Bagus Nyoman Alit.

Dalam dakwaan jaksa terungkap, terdakwa diduga telah mengusai serta mendirikan bangunan seluas 200 M2 diatas tanah yang menjadi sitaan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali dalam kasus korupsi atas nama I Made Bawa dengan surat penyitaan No : 177/Pny/Pen/2014/PN.Gir tertanggal 15 September 2015.

Dalam dakwaan dipaparkan pula terdakwa mengusai tanah tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gianyar No. 577/01-H/HK/2013 teranggal 9 Nopember 2013. Dimana SK tersebut berisikan pemberian izin menggarap atas asset Pemprov Bali di Gianyar.

Setelah dilakukan penelusuran terhadap SK Bupati tersebut, ternyata secara penomoran dan substansi adalah tidak benar diterbikan oleh bupati Gianyar. “Namun SK terbut dibuat oleh Kasubag Tata Guna Tanah, Ida Bagus Nyoman Sukada dan stafnya yang benama I Nyoman Pasek Sumerta,”sebut Jaksa Soetopo.

Ida Bagus Rai Patiputra (bnn/pro)

Disebut pula, Ida Bagus Nyoman Sukada dan I Nyoman Pasek Sumerta sedikitnya telah melakukan pemalsuan tanda tangan Bupati Gianyar untuk 64 Surat Izin Menggarap (SIM). Dalam dakwaan dikatakan bahwa, Ida Bagus Nyoman Sukada dan I Nyoman Pasek Sumerta membuat SK Bupati No. 577/01-H/HK/2013 itu karena diminta bahkan diancam oleh terdakwa.

“Apa bila tidak membuatkan SK, maka Ida Bagus Nyoman Sukadana dan I Nyoman Pasek akan dijemput oleh Polisi dari Polda Bali,”kata Jaksa Kejati Bali itu. Selain itu, terdakwa dalam mengajukan permohonan SIM hanya membawa foto copy peta bidang tanah yang dikatakan didapan dari BPN Gianyar.

Atas terbinya SK yang dibuat oleh Ida Bagus Nyoman Sukadana dan I Nyoman Pasek dipungut uang sewa kontrak yang besarnya berdasarkan Perda No. 3 tahun 2011 sebesar Rp 20.096.000. Akan tetapi uang sewa tersebut malam dipinjam oleh Ida Bagus Nyoman Sukadana sebesar Rp 10 juta untuk kepentinganya sendiri.

“Sedangkan sisahnya diambil oleh Nyoman Pasek yang juga uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi,”ungkap jaksa. Tanah yang ditempati oleh terdakwa akhirnya disita Kejati Bali pada tanggal 24 September 2014 untuk perkara terdakwa I Made Bawa dengan ditandai adanya papan sita.

“Terdakwa tetap membangun dan malah medirikan pagar keliling serta mendirikan bangunan seluas 2 are,”pungkas jaksa. Atas pebuatan itu, terdakwa Ida Bagus Rai Patiputra dijerat dengan Pasal 21 dan Pasal 23 UU RI. No. 31 Tahun 1999 tentang tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI. No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI. No. 31 tahun 1999 tentang Tipikor.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita Terkait :
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Kata Mantan Hakim Itu

Merasa Ditipu, IB Rai Pati Putra Laporkan Bupati Gianyar ke Polda Bali

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment