Perampas Senjata Brimob Sudah Direncanakan

Suasana Silaturahmi jajaran Polda Bali dan Kodam IX Udayana di halaman Mapolda Bali, Kamis (30/8). BNN/SID

Denpasar/balinesdneteork.com-Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, hasil pengumpulan data dari tim gabungan memberi petunjuk bahwa aksi para pelaku perampasan senjata milik anggota Brimob diduga sudah direncanakan.

“Dari hasil CCTV sudah dapat dan makin diperjelas, ini sepertinya ini sudah disiapkan karena proses penyerangan kepada anggota hanya 1 menit 41 detik,” kata Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, di sela silaturahim dengan jajaran KodamIV/Udayana di halaman Mapolda Bali, Denpasar.  Kamis (31/8).

Seperti diketahui, Polda Bali telah membuat tim khusus untuk menginvestigasi kasus penyerangan tersebut.

Golose mengaku, timnya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban yang saat ini kondisi sudah stabil, dimana sebelumnya korban sempat mengalami gangguan.

“Keterangan yang kita butuhkan dari yang bersangkutan, dari awal yang bersangkutan juga sempat muntah,” ujarnya.

Dari pihak kedokteran juga sudah memeriksa kesehatan korban, baik dari kesehatan psikologis maupun hasil visumnya.

“Dari kesehatan sudah kita panggil dokter forensik, itu juga ada sedikit gangguan sehingga dia sedikit halusinasi,” katanya.

Golose juga menambahkan, korban sempat melontarkan keterangan yang berubah-ubah karena kondisinya belum sehat usai bagian kepala korban terkena pukulan pelaku. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lagi dari keterangan korban yang masih dalam masa pemulihan.

Saat dimintai keterangan, korban sempat berkomentar ada satpam pada saat ia diserang, padahal dari hasil croscek pihak kepolisian menyatakan tidak ada satpam pada saat kejadian.

Hasil rekaman CCTV dan data dari olah TKP menunjukkan bahwa satpam datang sesudah kejadian penyerangan tersebut.

Menurutnya, korban mengalami sakit yang cukup parah usai dipukul di bagian kepala oleh pelaku.

“Yang bersangkutan itu dipukul dalam keadaan tidak siap sehingga tidak sadarkan diri, ia dipukul di bagian (kepala) kiri, sesuai hasil visum,” jelasnya.

Sementara ini, terkait motif pelaku melakukan perampasan dan penganiayaan belum bisa disampaikan kepada publik karena masih dalam investigasi kepolisian.

“Keterangan yang bersangkutan berubah-berubah namun sekarang kita sudah mulai untuk menentukan motifnya apakah memang ada hal-hal yang lain,” tandasnya.

Golose juga mengatakan, apabila dalam jangka waktu satu bulan sejak peristiwa perampasan dan penganiayaan pelaku belum ditangkap, maka pihaknya akan membeberkan kepada publik ciri-ciri pelaku dari data yang dimiliki Polda Bali.

Untuk saat ini, Kapolda Bali masih berupaya dan memberikan kesempatan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum), tim Intelejen Polda, serta tim Polresta Denpasar untuk memburu pelaku.

Namun apabila masih belum ditangkap hingga batas waktu yang telah ditentukan kurang lebih satu minggu lagi, Polda Bali akan membeberkan kepada publik foto asli dari para pelaku.

“Saat ini masih dalam pengejaran dan belum ketemu pelakunya, pada saatnya kita sampaikan ke publik, juga meminta bantuan ke masyarakat untuk mengidentifikasi,” tutupnya. (SID)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment