Hilang 17 Hari, Tim SAR Temukan Jenazah Nenek Kenyur di Jurang sedalam 30 meter

Tim SAR evakuasi jenazah nenek Kenyur di dasar jurang kedalaman 30 meter, Kamis (31/8).  BNN/IST

Badung/balinewsnetwork.com-Setelah 17 hari dinyatakan hilang, Ni Made Kenyur (78) akhirnya ditemukan meninggal dunia, Kamis (31/8) sekira pukul 09.14 Wita.

Penemuan nenek yang hilang saat mencari daun sirih di Petang sejak Senin (14/8) lalu, berawal dari kecurigaan warga akan bau busuk yang sangat menyengat.

Kepala Seksi Operasi SAR Denpasar Gede Darmada mengatakan, tim rescue Kantor SAR Denpasar yang dimintai bantuan untuk pencarian Kenyur, sudah bergerak dari Payangan, Ubud menuju titik yang dicurigai ada tanda-tanda keberadaan korban sekitar pukul 08.30 Wita.

“Jenazah Kenyur ditemukan di bawah jurang beringin kembar dengan kedalaman jurang sekitar 30 meter. Dimana posisi tepi jurang itu berdekatan dengan gubuk tempat ditemukannya kain korban. Pukul 10.10 Wita jenasahnya berhasil diangkat dan selanjutnya dievakuasi menuju ambulance BPBD untuk dibawa ke rumah duka,” ujarnya Kamis (31/8).

Diberitakan sebelumnya seorang nenek, Ni Made Kenyur meninggalkan rumah sejak Minggu (13/8) dan berpamitan kepada keluarganya hendak mencari daun sirih, namun tak kunjung kembali.

Tim SAR evakuasi jenazah nenek Kenyur

Kantor SAR Denpasar mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut dari keluarga korban, Wayan Sugiarta pada Senin (14/8) malam. Rupanya pencarian sejak pagi hari yang dilakukan oleh pihak keluarga, masyarakat, dan instansi setempat tak membuahkan hasil.

Menurut laporan yang diperoleh, nenek renta itu adalah warga Banjar Sekar Mukti, Desa Pangsang, Kecamatan Petang, Badung. Terakhir telihat ketika meninggalkan rumah, Ni Made Kenyur mengenakan kamen (kain).

Tim rescue dari Kantor SAR Denpasar diberangkatkan dengan dilengkapi peralatan mountenering dan medis.

Medan yang dilalui dalam proses pencarian dikitari pohon-pohon rindang dan jalan yang berundak-undak hingga menyisiri  jurang.

Disamping itu pihak keluarga dan masyarakat juga menggunakan cara tradisional dengan memainkan gamelan, yang menurut kepercayaan lokal dapat mengembalikan korban jika memang ada pengaruh mistis .(SID)

Editor : Rahman Sabon Nama.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment