Sambangi BNN Bali, Wantimpres Waspadai Ancaman Militer Narkoba

Wantimpres saat mengunjungi kantor BNN Bali di Jalan Kamboja Denpasar. Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyambangi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Rabu (30/08). Mereka disambut langsung oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa dan Kepala BNNK jajaran di Kantor BNNP Bali, Denpasar.

Dewan pertimbangan Presiden dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) M. Yusuf Kartanegara, Mayjen TNI (Purn) Mashudi Darto, Mayjen TNI (Purn) I Gusti Putu Buana dan tim Watimpres pusat. Kunjungan ini terkait pengkajian bidang Hankam tahun 2017 dengan topik Memperkuat pertahanan negara untuk menghadapi ancaman non militer dalam rangka memperkokoh NKRI.

“Bali adalah wilayah yang strategis dan ternama di dunia, mengundang wisatawan internasional dan domestik, namun harus menjadi warning, apalagi terkait peredaran narkoba yang jadi daya tarik pengedar untuk menyebarkan narkoba di sini,” ujar pimpinan rombongan Wantimpres Bidang Pertahanan Keamanan, Letjen TNI (Purn) M. Yusuf Kartanegara.

Dipaparkannya, Bali terbilang strategis lantaran menjadi destinasi pariwisata dunia. Ancaman non militer seperti narkoba salah satunya berpotensi merusak persatuan dan kesatuan serta berusaha menghancurkan negara ini secara pelan-pelan. Dengan menyerang generasi mudanya dengan narkoba.

“Ancaman non militer, saat ini menyerang aspek kehidupan dengan menguasai aspek ekonomi dan non ekonomi salah satunya menggunakan narkoba. Apabila generasi muda sudah dicekoki narkoba, maka akan rusak masa depan, itulah peran penting BNN,” pungkas Mayjen TNI (Purn) I Gusti Putu Buana selaku ketua tim.

Sementara itu Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa memaparkan tentang kinerja BNNP Bali dan jajaran selama ini yang telah berjalan baik dari sisi pencegahan, pemberantasan serta rehabilitasi.

“Beberapa program sudah BNNP Bali lakukan, yaitu menggandeng pemerintah daerah dengan raperda pada 16 Agustus 2017 lalu, melibatkan 1000-an pecalang untuk menjadi relawan anti narkoba, mengukuhkan kurikulum terintegrasi anti narkoba untuk Pelajaran tingkat SLTP dan SMA atau SMK dan berbagai kegiatan BNN,” ujar Suastawa.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BNNP Bali sebagai vocal point P4GN dengan mensinergikan program P4GN melalui penyuluhan, sosialisasi, pelatihan penggiat narkoba, relawan anti narkoba, koordinasi terkait pemberantasan, rehabilitasi, dan tes urine berkala dengan unsur TNI-Polri.

Hal ini dimaknai sebagai sebagai kontribusi bela negara yang berfokus pada program Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Hal ini termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2015 yang menyebutkan bahwa pertahanan negara mutlak diperlukan guna menghadapi ancaman yang dapat merongrong keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti salah satunya yaitu ancaman narkoba.

“Selama ini koordinasi BNNP Bali dengan TNI-Polri sudah sangat bagus, saling mendukung dalam bentuk pemberantasan narkoba. Menyusup kepada sendi-sendi militer adalah bentuk dari pertahanan keamanan yang telah dilakukan oleh BNN,” tutup Suastawa. (sid)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment