Penandatangan penyerahan dana hibah. Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghibahkan dana sebesar Rp 318,5 juta untuk menyelenggarakan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 yang akan digelar pada 2018 mendatang.

Penandatangan penyerahan dana hibah itu dilakukan antara Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe.

Besar anggaran yang ditandatangani melalui naskah perjanjian hibah terdiri dua tahapan yakni anggaran pra tahapan dan anggaran tahapan. Dana untuk anggaran pra tahapan yang ditandatangani sebesar Rp 296,9 juta dan anggaran tahapan Rp 318,2 juta. Sehingga total anggaran dua tahap itu sebesar Rp 318,5 juta.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan pengalokasian anggaran untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 201 2023 mendapat tanggapan beragam. Jika dilihat dari APBD NTT hanya Rp 4 triliun lebih, maka nilai yang dialokasikan menjadi sangat berarti dalam mewujudkan demokrasi yang lebih baik untuk mendapatkan pemimpin yang berkualiatas dalam memajukan NTT.

“Urusan dengan demokrasi memang mahal. Tapi ini untuk kepentingan daerah dan rakyat, sehingga perlu dilaksanakan untuk memilih calon pemimpin di daerah,” kata Frans.

Ketua KPUD NTT, Maryanti Luturmas Adoe kepercayaan yang diberikan kepada KPUD NTT menjadi perhatian untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Jika nantinya setelah pelaksanaan Pilkada dan terjadi sisa anggaran, maka kami akan kembalikan ke Pemprov NTT,” kata Maryanti.

Dana pra tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT akan dipergunakan untuk melakukan koordinasi dengan pihak KPUD kabupaten dan kota di NTT. Sedangkan dana tahapan dipergunakan untuk kegiatan sosialisasi, lomba single dan pembuatan maskot Pilkada dan pelaksanaan tahapan Pilkada Gubernur dan Wagub NTT. (Amar Ola Keda)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment