Oleh : Meridian Dewanta Dado, SH – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT  (TPDI – NTT)

“….bagaimana mungkin Daniel Tagu Dedo bisa berniat mencalonkan diri sebagai  Gubernur NTT periode 2018 – 2023 padahal untuk melakukan koordinasi pengawasan dan pencegahan bagi terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dalam sebuah lembaga bernama Bank NTT pun, Daniel Tagu Dedo tidak berhasil dan bahkan kemudian diberhentikan dari jabatannya selaku Dirut Bank NTT”.

Maumere-Saat berlangsungnya proyek pengadaan perangkat lunak information technology (IT) berupa Microsoft Lisensi (MS) di Kantor Bank NTT tahun 2015 senilai Rp 4,3 miliar, pada saat itu Daniel Tagu Dedo menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank NTT. Dengan demikian,  tatkala proyek pengadaan MS tersebut menimbulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara senilai Rp  2,2 miliar sesuai hasil penyidikan pihak Kejaksaan Tinggi NTT (Kejati NTT), maka timbulnya persoalan hukum itu tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab Daniel Tagu Dedo selaku Dirut Bank NTT.

Sebab Dirut merupakan fungsi jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan yang secara garis besar bertanggungjawab mengatur perusahaan secara keseluruhan sebagai koordinator, komunikator, pengambil keputusan, pemimpin, pengelola dan eksekutor dalam menjalankan dan memimpin perusahaan.

Tugas dan tanggung jawab Dirut dalam sebuah perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas antara lain bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusahaan, termasuk juga keuntungan perusahaan, merencanakan serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan serta mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan mulai dari bidang administrasi, bidang kepegawaian hingga bidang pengadaan barang.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan perangkat lunak  IT berupa  MS  di Kantor Bank NTT tahun 2015 senilai Rp  4,3 miliar telah mentersangkakan Direktur Umum Bank NTT  Adrianus Ceme, Kepala Devisi (Kadiv) IT Bank NTT  Salmun Teru dan Aldy Rano selaku Ketua Panitia yang kini sudah ditahan oleh Kejati NTT.

Selain ketiga pejabat Bank NTT itu maka tersangka lainnya yaitu Juraida Zein dari Comparex yang juga sudah ditahan oleh Kejati NTT, sementara Erwin Pasaribu dari pihak Microsoft Lisensi saat ini belum ditahan dengan alasan sakit.

Daniel Tagu Dedo

Daniel Tagu Dedo sendiri telah diperiksa oleh Kejati NTT selaku saksi dalam kasus yang merugikan negara senilai Rp  2,2 miliar itu sehingga kalaupun kelak Kejati NTT secara hukum tidak menemukan adanya bukti-bukti dan anasir-anasir perbuatan melawan hukum berupa penyalahgunaan wewenang demi memperkaya diri sendiri atau orang lain serta korporasi yang merugikan perekonomian dan keuangan negara pada diri Daniel Tagu Dedo, maka dalam tugas dan tanggung jawabnya selalu Dirut Bank NTT pada saat itu, Daniel Tagu Dedo terbukti telah tidak berhasil dan lalai dalam melakukan koordinasi pengawasan dan pencegahan bagi terjadinya indikasi-indikasi tindak pidana korupsi oleh Adrianus Ceme cs dalam proyek pengadaan perangkat lunak IT berupa Microsoft Lisensi (MS) di Kantor Bank NTT tahun 2015 senilai Rp 4,3 miliar.

Semestinya pada tahun 2015 itu Daniel Tagu Dedo selaku Dirut Bank NTT bisa sepenuh hati mengkoordinasikan dan giat mengawasi kelangsungan proyek pengadaan perangkat lunak  IT  berupa  MS  di Kantor Bank NTT sehingga bisa dicegah terjadinya anasir-anasir penyalahgunaan wewenang demi memperkaya diri sendiri atau orang lain serta korporasi yang merugikan perekonomian dan keuangan negara oleh Adrianus Ceme cs.

Oleh karenanya bila kemudian pada bulan November 2016 Daniel Tagu Dedo diberhentikan dari jabatannya selaku Dirut Bank NTT melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa maka publik bisa menilai bahwa pemberhentian itu adalah hal yang pantas dan masuk akal demi menyelamatkan citra dan kredibilitas serta integritas Bank NTT.

Pada sisi lain, publik juga boleh menilai dan menyimpulkan bahwa bagaimana mungkin Daniel Tagu Dedo bisa berniat mencalonkan diri sebagai  Gubernur NTT periode 2018 – 2023 padahal untuk melakukan koordinasi pengawasan dan pencegahan bagi terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dalam sebuah lembaga bernama Bank NTT pun, Daniel Tagu Dedo tidak berhasil dan bahkan kemudian diberhentikan dari jabatannya selaku Dirut Bank NTT. (*)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment