Dua Kapal Pengebom Ikan Dibakar – Terpidana Ungkapkan Tobat di Depan Bupati dan Wabup Flotim

Bupati Anton Gege Hadjon bersama Wabup Agus Boli dan seluruh Muspida melakukan pembakaran kapal pengebom. BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Dua buah kapal nelayan yang digunakan oleh pelaku pengeboman ikan  di perairan Flores Timur dalam perkara pidana perikanan bernomor 29/Pid.Sus/2017/PN Lrt dan 30 /Pid.Sus/2017/PN Lrt  bersama seluruh alat bukti lain, akhirnya dimusnahkan  oleh pihak Kejaksaan Negeri Flores Timur dengan cara membakar.

Upacara pemusnahan semua alat bukti  yang digunakan oleh terpidana Yamin Ibrahim, warga Pulau Ende, Kabupaten Ende dan Awaludin Lewo, warga Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur (Flotim)  itu dihadiri langsung oleh Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Payong Boli yang berkomitmen menyelamatkan laut Flores Timur di mimbar kampanye dalam perhelatan pilkada silam.

Sebagaimana  disaksikan BaliNewsNetwork.com pada Selasa (29/8), area pantai Sarotari tepatnya di kawasan  depan pekuburan Katolik Paroki Sanjuan, telah full dipadati petugas dan undangan serta masyarakat. Terlihat   Muspida Flotim dan aparat keamanan dari Polres Flotim, Polisi Pamong Praja serta , staf LSM Misool Baseftin dan WCS, serta warga kota Larantuka yang  ingin menyaksikan langsung bukti ketegasan duet pemimpin daerah Flotim periode 2017-2022 tersebut yang akan membakar sarana yang dipakai oleh para pengebom  ikan selain hukuman pidana.

Bupati Anton Gege Hadjon dan Wabup Agus Payong Boli  di hari yang bertepatan dengan genap usia 100 hari kerja mereka itu membuktikan komitmen mereka untuk membakar kapal pengebom ikan.

“Tiada kata maaf bagimu dan tak ada pertolongan lain selain dengan menikmati kurungan penjara berdasarkan keputusan majelis hakim dan membakar semua peralatan yang digunakan oleh para pelaku yang merusakkan laut Flotim dengan cara bom maupun potasium. Dan hari ini kita buktikan itu. Terima kasih kepada pihak Pol Air Polda NTT, pihak Misool Baseftin, WCS, Dinas Perikanan, Polres Flotim, dan semua pihak yang telah membantu menjaga laut Flotim dari perilaku ilegal fishing,” ujar Bupati Anton Hadjon dalam sambutannya sembari memoles ketegasan mereka itu dengan nada ajakan kepada seluruh komponen masyarakat di tanah Lamaholot Flores Timur itu untuk bersama-sama memelihara laut Flores Timur.

Terpidana Yamin Ibrahim mengaku tobat

Dukungan penuh terhadap ketegasan komitmen  pemimpin yang senantiasa menyapa warganya dengan sebutan Bereun Senaren itupun dilontarkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Larantuka I Made Putu Atawa, SH.

Dalam laporannya pada acara pelaksanaan pemusnahan seluruh barang bukti tindak pidana perikanan atas dua perkara  yang mendera Yamin Ibrahim dan Awaludin Lewo yang telah berkekuatan hukum tetap (incrah)  berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Larantuka tersebut, Kajari Astawa, SH secara tegas  menyatakan pemusnahan  dengan cara membakar adalah bagian dari bentuk dukungan  terhadap komitmen Bupati dan Wakil Bupati  dalam menjaga laut Flotim.

Sulutan api di tangan Bupati, Wakil Bupati, Kajari, Waka Polres Flotim, Dandim 1624 Larantuka, Dinas Perikanan, Misool Baseftin, WCS,  Pol Air Polda NTT, pihak Pengadilan Negeri serta Rutan Larantuka secara serentak  merambah dua buah kapal motor bersama seluruh perlengkapan lainnya.

Mata kedua terpidana, Yamin Ibrahim dan Awaludin Lewo  yang turut dihadirkan pihak Rutan Larantuka dalam acara tersebut pun hanya sesaat beredar pandang pada kobaran api yang melumat perahu mereka.

Tampak tiga kali  Yamin Ibrahim menyeka air matanya ketika mendengar nasihat dari Bupati  Anton Hadjon dan Wabup Agus Boli. Petuah kedua pemimpin daerah Flotim itu pun disahuti oleh keduanya dengan ikrar tobat  sempurna, tidak akan mengulangi lagi perbuatan mereka. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

BeritaTerkait:

Besok, Kejari Flotim Musnahkan Barang Bukti Dua Kapal Pengebom Ikan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment