Urutan ke-11 Narkoba Nasional, BNN Bali Minta Pegawai Cegah Narkoba

Kegiatan Pengembangan Kapasitas di Instansi Pemerintah Provinsi Bali yang digelar oleh BNN Bali Senin (28/08). Foto: bnn/ist.

Badung/BaliNewsnetwork-Puluhan pegiat anti narkoba dari perwakilan 20 instansi di Kabupaten Badung mengikuti giat Pengembangan Kapasitas di Instansi Pemerintah Provinsi Bali, yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali Senin (28/08).

Kepala BNN Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH mengatakan, tujuan kegiatan ini agar terjalin komunikasi, dan sinergitas dengan instansi pemerintah khususnya diwilayah Kabupaten Badung.

Selain itu, untuk menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di instansi pemerintah dan mampu bersama-sama dengan pejabat yang berkompeten di lingkungannya untuk membuat kegiatan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba (P4GN) secara mandiri.

“Peran serta bapak ibu yang mengikuti pengembangan kapasitas agar berlanjut terus dan kedepannya sinergi dengan BNN jajaran khususnya BNNK Badung untuk menularkan pengetahuan menolak narkoba ini minimal di lingkungan keluarga, dan kantor,” ujarnya didampingi Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini serta Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Bali AKBP I Nyoman Artana, Senin (28/08).

Dipaparkannya, sepanjang tahun 2017 data rehabilitasi BNN Bali menunjukkan ada sekitar 535 orang yang direhab. Dan 81 orang diamankan bidang berantas dari hasil sweeping selama ini. “Prevalensi Bali di Indonesia adalah urutan ke-11, termasuk zona merah,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap para peserta kegiatan yang berasal dari instansi pemerintah dapat men-support impelementasi pembangunan berwawasan anti narkoba di lingkungan masing-masing, membangun kekuatan komunitas, peningkatan peran serta dan kepedulian masyarakat dan stakeholder, test urine secara periodik, terapkan kurikulum terintegrasi P4GN, serta menerapkan Perda tentang fasilitas P4GN yang telah disahkan pada sidang paripurna DPRD Provinsi Bali pada tanggal 16 Agustus 2017. (Sid)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment