Dicuekin Jaksa, Pengacara Ini Mencak-mencak

Pengacara terdakwa (kiri) saat mencoba mengklarifikasi kepada jaksa (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang aneh tapi nyata kembali terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (28/7). Dikatakan aneh, karena persidangan tetap digelar tanpa hadirnya kuasa hukum terdakwa.

Padahal dalam sidang sebelumnya, terdakwa sudah menunjuk pengacara. Hal ini membuat Yanuar Nahak dan CahrlieUsfunan, pengacara terdakwa Azis Wahyudi yang terlibat kasus penadahan, marah besar.

Bagaimana tidak, kedua pengacara ini mengaku sudah hadir di PN Denpasar sejak pukul 11.00 Wita. Tapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) G.A Surya Yunita sepertinya tidak menggubris bila terdakwa memiliki kuasa hukum sehingga sidang tetap digelar tanpa hadirnya kedua pengacara ini.

“Yang terjadi, Jaksa datang ambil terdakwa diam-diam sidang tanpa melibatkan pengacaranya. Kami selaku kuasa hukum terdakwa protes kenapa hal semacam ini bisa terjadi,” kata Yanuar Nahak yang ditemui di PN Denpasar.

Yang lebih membuat Yanuar Kesal, dia bersama rekanya sudah cukup lama menunggu dimulainya sidang.

“Tapi tiba-tiba kami dengar sidang sudah selesai. Ini sidang apa namanya,”ungkapnya kesal.

Anehnya lagi saat tim kuasa hukum terdakwa yang menanyakan hal ini kepada jaksa G.A Surya Yunita, jaksa dari Kejari Denpasar itu malah menjawab tidak tahu bila terdakwa memiliki pengacara.

“Alasanya saat sidang pembacaan dakwaan minggu lalu, jaksa yang menyidangkan jaksa lain. Ini kan aneh, masak tidak ada komunikasi antara jaksa yang satu dengan yang lain,”ungkap Yanuar Nahak.

Atas hal ini, Yanuar pun mengaku kecewa karena sebagai pengacara sudah disepelekan dan merasa tidak dianggap oleh jaksa.

“Kalau seperti ini yang dirugikan jelas dari pihak kami, bagaimana bisa membuat pembelaam kalau fakta persidangan kami tidak tahu,” pungkasnya.

Menurut Yanur, dalam sidang tanpa kehadirannya itu sudah masuk pada agenda pemeriksaan saksi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Humas PN Denpasar Made Pasek yang ditemui terpisah membenarkan bila sidang untuk terdakwa Azis Wahyudi digelar tanpa hadirnya kuasa hukum terdakwa.

Namun dia membantah bila agenda sidang langsung berlanjut ke pemeriksaan terdakwa.

“Sidang masih dengan agenda pemeriksaan saksi,” pungkas Made Pasek yang juga salah satu hakim di PN Denpasar ini.

Sebagaimana terungkap dalam dakwaan JPU, terdakwa Azis Wahyudi diajukan ke persidangan karena terlibat kasus penadahan barang-barang yang diduga dari hasil kejahatan.

Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan dakwaan tunggal yaitu Pasal 480 ayat (1) KUHP.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment