Besok, Kejari Flotim Musnahkan Barang Bukti Dua Kapal Pengebom Ikan

Jaksa Hendra Meylana, SH – JPU pada perkara pidana perikanan nomor 29/Pid-Sus/2017/PN Lrt dan nomor 30/Pid-Sus/2017/PN Lrt.Foto: bnn/emnir.

Larantuka/BaliNewsnetwork-Dua perkara pidana perikanan dengan jenis perbuatan pengeboman ikan, masing-masing perkara pidana bernomor 29/Pid.Sus/2017/PN Lrt dengan terdakwa Yamin Ibrahim, Cs dan perkara bernomor 30 /Pid.Sus/2017/PN Lrt atas terdakwa Awaludin Lewo, Cs telah final melalui tahapan persidangan di Pengadilan Negeri Larantuka dengan keputusan seragam 1,6 bulan dan denda Rp 200 juta  subsider 3 bulan kurungan.

Karena telah berkekuatan hukum tetap (incrah) maka menurut rencana, Selasa (29/08) Jaksa selaku pihak eksekutor akan melakukan pemusnahan terhadap semua alat bukti dalam kedua perkara pidana perikanan tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Larantuka I Putu Gede Astawa, SH yang dikonfirmasi melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kedua perkara pidana tersebut, Hendra Meylana, SH, Senin (28/08) membenarkan rencana pemusnahan tersebut. Koordinasi lini sektorpun telah dibangun pihak Kejari Larantuka.

“Ya, besok pagi kita akan lakukan pemusnahan berdasarkan perintah Pengadilan Negeri Larantuka. Soal metode atau cara pemusnahan, apakah dengan cara dibakar atau dengan cara lainnya besok baru teman-teman wartawan saksikan. Pimpinan kami telah melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait acara pemusnahan ini,” jelas Hendra yang didampingi Kasi Intel Kejari Larantuka Salesius Guntur, SH.

Terkait dengan alat bukti yang akan dimusnahkan tersebut, Hendra Meylana menguraikan untuk perkara nomor 29/Pid.Sus/2017/PN Lrt,dengan terdakwa Yamin Ibrahim yang ditangkap pada Senin 12 Juni 2017 pukul 08.00 Wita, di perairan Flotim memiliki alat bukti berupa 1 unit kapal motor bernama Dua Kembar, 1 unit sampan, 5 buah alat dayung, 1 unit kompresor, 3 buah masker selang, 2 buah dakor selang, 1 botol kaca berwarna hijau yang berisi bahan peledak siap pakai, 1 botol kaca berwarna cokelat yang berisi bahan peledak tidak siap pakai, 1/2 ember pupuk yang telah berisi pupuk bercampurkan minyak tanah, 1 dus obat nyamuk-Baygon, 65 dus korek api bermerk Pelangi.

Sedangkan  alat bukti untuk perkara pidana bernomor 30/Pid.Sus/2017/PN Lrt dengan terdakwa Awaludin Lewo, warga RT 09/RW 03, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur yang ditangkap di perairan Lewo Keleng, Adonara Timur pada Selasa 11 Juli 2017 pukul 07.00 Wita terdiri atas 1 unit kapal motor tanpa nama berwarna biru-ungu, 1 unit sampan berwarna biru, 5 buah alat dayung, 1 unit kompresor lengkap selang dan dakor, 4 buah kacamata selam.

Bupati Flores Timur  Anton Gege Hadjon dan Wabup Agus Payong Boli terkait dengan perilaku penangkapan ikan dengan cara bom telah menunjukkan ketegasan sikap mereka dengan instruksi membakar semua alat bukti yang dipakai para pelaku pengeboman ikan setelah perkara pidana tersebut berkekuatan hukum tetap. Penegasan tersebut diperlihatkan pemimpin daerah Flotim periode 2017-2022 itu selaras dengan konsep besar mereka untuk menyelamatkan laut Flotim.

Lantas apakah perintah membakar kapal dan semua alat bukti itu akan juga ditindaklanjuti pihak eksekutor besok? JPU Hendra Meylana lagi-lagi mengarahkan wartawan untuk menyaksikannya besok, Selasa (29/08). (Emnir)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment