Kerugian Negara Belum Turun, Kejaksaan Belum Tahan Tersangka Korupsi Senderan Tukad Mati

Tri Syahru Wira Kosadha (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Meski tim penyidik Kejakasaan Negeri (Kejari) Denpasar sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan senderan Tukad Mati, namun hingga berita ini ditulis penahanan untuk ketiga tersangka belum juga dilakukan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Denpasar, Tri Syahru Wira Kosadha yang ditemui di Kejari Denpasar, belum lama ini mengatakan, untuk penahanan tersangka IWS (dari pihak rekanan) AA GD dan IWS (selaku PPTK) akan dikakukan usai penyidik menerima hasil audit dari BPKP terkait kerugian negara atas kasus ini.

Dikatakan Syahru, hingga saat ini penghitungan kerugian dari BPKP belum keluar.

“Belum ada hasil audit BPKP,” katanya, singkat.

Begitu pula saat ditanya apakah kemungkinan akan ada tersangka lain, pejabat asal Jakarta ini belum berani bicara blak-blakan.

“Tergantung perkembangan nanti,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan senderen Tukad Mati.

Dalam kasus ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Erna Normawati Widodo Putri beberapa waktu lalu mengatakan negara diperkirakan merugi Rp 700 juta dari nilai total proyek senilai Rp 2,3 miliar.

Pihak rekanan dijadikan tersangka karena diduga melakukan pengerjaan tidak sesuai kontrak. Sedangkan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dalam kasus ini dianggap tidak melakukan tugasnya sebagai PPTK. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment