100 Pemangku Disiapkan BNN Bali jadi Agen Pencegahan Narkoba

Kurang lebih 100 pemangku di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung mendapatkan pengarahan dari Kepala BNNP Bali Brigjen Pol.Drs I Putu Gede Suastawa. SH, Minggu (20/8).

Badung/BaliNewsNetwork-Kurang lebih 100 pemangku di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung mendapatkan pengarahan dari Kepala BNNP Bali Brigjen Pol.Drs I Putu Gede Suastawa. SH, Minggu (20/8).

Disampaikan Kepala BNN Bali, pemuka agama seperti Pemangku adalah orang-orang yang mempunyai peranan penting serta memiliki kedekatan dengan masyarakat, sehingga lebih mudah dalam memberikan informasi akan bahaya penyalahgunaan Narkoba. Karena itu diharapkan dengan menjadi agen BNN dapat memberikan contoh atau panutan yang baik kepada warga masyarakat.

“Pemangku mempunyai peranan yang sangat penting dalam masyarakat beragama Hindu, Sebab setiap upacara keagamaan, pemangku diminta bantuannya untuk nganteb upakara (red, banten). Selain berperan dalam memimpin upacara Yadnya, seorang pemangku juga berperan penting dalam memberi tuntunan kepada masyarakat dalam melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol.Drs I Putu Gede Suastawa. SH saat menjadi narasumber dalam kegiatan desiminasi informasi komunikasi kepada pekerja sebanyak 100 orang, dimana sebagian besar pesertanya adalah Pemangku dan manggala desa, di Wantilan Pura Desa Gulingan, Mengwi, Kabupaten Badung.

Sebagai orang yang dijadikan panutan, pemangku tentunya dapat menjadi media informasi mengenai bahaya Narkoba, apakah itu melalui upacara agama, ceramah keagamaan, forum pertemuan serta berbagai aktifitas keagamaan lainnya.

Dijelaskan, pemangku di masyarakat berfungsi sebagai perantara antara umat dengan Tuhan dan leluhur. Karena itu tugas Pemangku sering disebutkan sebagai pelayan Tuhan sekaligus pelayan masyarakat. Dalam posisinya sebagai pelayan itulah Pemangku menduduki posisi yang sangat penting dan terhormat.

Mengingat peranan penting tersebut, maka seorang Pemangku diharapkan dapat menjadi panutan, dapat memberi contoh yang baik, bahkan jika mungkin harus dapat menuntun dan membina warga masyarakat untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan Tuhan termasuk menjauhi hal-hal yang akan merusak tubuh seperti halnya narkoba.

“Peranan pemangku secara garis besar ada dua yaitu Jagathita memberikan contoh yang baik ke masyarakat serta sang adhi guru loka yaitu tempat bertanya bagi umat, sehingga pribadi seorang pemuka agama atau pemangku haruslah bersih dan menjadi panutan khususnya menjadi agen BNN dalam mengajak umat menjauhi narkoba” tandasnya.

Para pemuka agama sebagai publik figur umat beragama haruslah mampu  menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat dengan menjalankan fungsinya sebagai penyuluh, fasilitator, mediator, penjangkau dan melakukan deteksi dini serta menjadi pendamping bagi korban penyalah gunakan narkotika minimal dilingkungan terdekat mereka sendiri. (Sid)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment