Tersangka Muhamad Adi Sumiran bersama para tersangka lain yang dirilis Polresta Denpasar. BNN/SID

Denpasar/balinewsnetwork.com-Seorang tukang ojek, Muhamad Adi Sumiran (25), dibekuk petugas, Kamis (17/8) sekitar pukul 15.00 Wita di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, lantaran nyambi jadi tukang tempel atau kurir narkoba jenis sabu.

Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti sabu dari pemuda yang tinggal di Jalan Tukad Gerinding sebanyak 30 paket seberat 15,08 gram.

“Tesangka ini diamankan bersama rekannya yang juga berperan sebagai penempel barang bukti,” terang Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan Minggu (20/8).

Saat diamankan, Adi Sumiran tengah bersama rekannya yang bernama Kun Bana Nahal Munkar (19), yang beralamat di Jalan Gelogor Carik Indah, Denpasar Selatan.

“Sabu tersebut didapatkan dari seseorang yang tidak diketahui keberadaannya yang biasa dipangil AG, dengan upah Rp 50 ribu per satu alamat yang ditempel. Keduanya selain berperan sebagai tukang temple, juga mengaku mengkonsumsi sabu sejak satu bulan yang lalu,” terangnya.

Sementara itu Made Cahya Diantara (21), yang merupakan warga Jalan Kesari, Sanur, turut diamankan di hari yang sama sekitar pukul 18.00 Wita dengan barang bukti sabu 20 paket seberat 4,80 gram di Jalan Danau Tamblingan Gang Taman Agung.

“Penangkapan yang bersangkutan merupakan pengembangan dari I Wayan Rai Widiarta. Saat diamankan yang bersangkutan tengah melakukan transaksi satu paket sabu di TKP,” jelasnya.

Kemudian saat dilakukan penggeledahan didapatkan sejumlah 20 paket sabu, dua paket disimpan di dompet dan delapan belas paket di rumahnya. Pengakuannya, barang tersebut didapat dari DRW dengan pemesanan sebanyak 5 gram dan baru di bayar Rp 2 juta dan masih hutang Rp 5 juta.

Tersangka kemudian memecah barang tersebut di rumahnya dan menjual kembali sabu tersebut seharga Rp 350 ribu untuk paket sabu dengan berat 0,2 gram, dan Rp 850 ribu untuk paket 0,4 gram.

“Tersangka mengaku baru pertama kali menjadi pengedar karena tergiur keuntungan. Karena awalnya mengaku hanya mengkonsumsi sabu sejak satu tahun lalu,” jelasnya.

Sedangkan I Wayan Rai Widiarta (23) diamankan lebih awal sekitar pukul 16.30 Wita di Jalan Danau Tamblingan Gang Taman Agung, Sanur dengan satu paket sabu seberat 0,07 gram dan dua paket biji ganja dan satu lintingan bekas rokok ganja berat bersih 0,76 gram.

“(Dia) mendapat barangnya dari seseorang bernama ADE. Mengaku mengkonsumsi sabu dan ganja sejak tahun 2015. Saat siang mengkonsumsi sabu dan kalau malam tidak bisa tidur baru mengkonsumsi ganja,” paparnya.

Bersamaan dengan itu, seorang karyawan kargo di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Wayan Candra (41) diamankan pada Senin (14/8) sekitar pukul 22.30 Wita di Jalan Gunung Patuha, Pemecutan Kelod dengan satu paket sabu 0,18 gram seharga Rp 450 ribu.

Tersangka lain yang ikut diamankan adalah Muhamad Ridwan (22), Rabu (16/8) sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Teuku Umar dengan satu paket sabu dengan seberat 0,33 gram yang dibelinya seharga Rp 400 ribu.

Turut serta seorang sekuriti Putu Andika (22)  diamankan pada Jumat (18/8) sekitar pukul18.00 Wita di Jalan Danau Tamblingan Gang Kebo Iwa, Sanur atas kepemilikan satu klip berisi daun batang ganja seberat 1,19 gram. (SID)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment