Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Flores Timur Theresia Palang Keda memberikan sambutan dalam HUT ke-66 IBI di Menanga, Solor Timur, Flores Timur, Sabtu, (19/08). BNN/Emnir

Menanga/BaliNewsNetwork.com-Perayaan HUT Ikatan Bidan (IBI) ke-66 tingkat Kabupaten Flores Timur yang diselenggarakan di Desa Menanga, Kecamatan Solor Timur, Sabtu (19/8) berisikan pemaparan ‘pengeroyokan’ atau kerja sama tim bidan di semua tingkatan dalam agenda besar menyelamatkan ibu  hamil dan bayi.

Sistem kerja penyelamatan yang telah dipatenkan dalam program bernas 2H2 Centre tersebut berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi. Inovasi kreatif bernama 2H2 Centre itu bahkan telah berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi semenjak tahun 2010.

Di tahun 2016  para bidan yang menyebar di poskesdes, puskesmas, hingga di Rumah Sakit Umum Daerah Hendrikus Fernandez Flotim bersama jejaringan mereka, kader posyandu, kepala desa, Babinsa, Koramil, Kapospol, Kapolsek, dukun anak  mitra dan para camat berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi hingga mengalami penurunan untuk kematian ibu pada level 5 kasus serta kematian bayi 80 kasus.

Wakil Bupati Flores Timur menyalami para bidan

Kasi Penyakit Tidak Menular yang juga adalah Sekertaris 2H2 Centre Joria Parmin, S.SF., M.Kep dalam pemaparannya pada acara HUT IBI ke-66 itu, di hadapan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH  nampak bersemangat melukiskan kerja nyata para bidan itu walau harus berhadapan dengan aneka kendala termasuk minimnya dana  operasional 2H2 Centre.

“Kami selalu menggunakan istilah keroyok dalam penanganan ibu hamil yang hendak melahirkan. Dan syukur, walau hanya sekedar sebagai program inovasi tapi sejak pemberlakuannya, sistem keroyok dengan 2H2 Centre ini, kita berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Terima kasih kepada semua jejaringan 2H2 Centre, semoga ke depannya 2H2 Centre dapat menjadi sebuah lembaga,” ungkap Joria Parmin yang juga membeberkan telah ada 3 kasus kematian ibu di tahun  2017 ini.

Wakil Bupati Agus Payong Boli yang mendengarkan pemaparan sistem kerja serta keberhasilan 2H2 Centre pun berdecak kagum. Namun  terhadap jumlah  kasus kematian ibu di 2017 yang telah mencapai  3 itu, Wabup Agus Boli meminta untuk mengakhirnya. Cukup dengan angka 3 itu, begitulah Wabup AB mengingatkan laskar-laskar IBI Flotim itu.

Tak lupa, dirinya pun meminta Ketua IBI Cabang Flotim untuk melahirkan sebuah rekomendasi untuk selanjutnya diserahkan kepada Pemkab Flotim untuk ditindaklanjuti.

Pasalnya Bupati Anton Hadjon dan dirinya telah berkomitmen untuk memberikan perhatian serius pada persoalan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kepada semua tenaga medis di setiap tingkatan, Wabup Agus Payong Boli meminta untuk memberikan pelayanan dengan keramahtamahan.

“Tidak boleh kasar,”tegas Agus Payong Boli.  (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment