Festival 1000 Neak Tuak, Warga Waibao Ikrar Sukseskan Desa Membangun, Kota Menata

Aksi warga Desa Waibao dalam Festival 1000 Neak Tuak merayakan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di danau Waibelen, Rabu (16/8). BNN/Emnir

Tanjung Bunga/BaliNewsNetwork.com-Danau Waibelen di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga pada Rabu (16/8) menjadi saksi bisu ikrar kebersatuan warga Waibao untuk menyukseskan program Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur: Desa Membangun, Kota Menata.

Seruan yang terpadu dalam Festival 1000 Neak Tuak itu merupakan salah satu kegiatan yang dikemas warga yang sedang dipimpin oleh Kepala Desa Petrus Guna Kelen untuk merayakan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Balutan kegiatan yang dikemas dalam nuansa Lamaholot di danau Waibelen tersebut diprakarsai oleh Kelompok Tani (Poktan) Sumber Hidup. Lantas kenapa harus dengan menampilkan minuman yang berasal dari pohon lontar bernama tuak serta menggunakan wadah neak (gelas yang terbuat dari tempurung kelapa) itu?

Festival 100 Neak Tuak di Waibao merayakan HUT ke-72 RI

Ketua Poktan Sumber Hidup Nikolaus Wain Hokon dalam  penjelasannya di sela-sela kegiatan tersebut  menyebutkan, tuak dan neak merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam budaya Lamaholot. Seraya meriwayatkan kehidupan teompo doloe, nenek moyang Waibao sebagaimana yang dijelaskan Niko Hokon merasa sangat dekat, akrab dan bersatu hanya karena tuak dan neak itu.

“Itulah persatuan. Tuak dan neak sungguh mempersatukan. Banyak ide lalu diikuti dengan aksi nyata dalam wujud gotong royong yang lahir dari kebersamaan minum tuak itu. Oleh karena itu kami menggagas konsep persatuan yang telah diwarisi nenek moyang kami di moment  perayaan HUT Bangsa Indonesia ini untuk mempererat persatuan kami demi membangun desa, kecamatan dan kabupaten Flores Timur ini,” ujar Niko Hokon, sembari menambahkan moment tersebut  untuk mempromosikan danau Waibelen sebagai obyek pariwisata.

Selain itu, ikrar persatuan dalam rupa meneguk 1000 neak tuak itu menjadi anjang memproklamirkan keikutsertaan warga Waibao dalam menyukseskan program Desa Membangun, Kota Menata yang menjadi tagline kepemimpinan  Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment