Sakit Hati Setelah Terima SMS, Wanita Ini Hajar Temanya Pakai Sepatu

Nurul Hasanah (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Hanya karena emosi dan sakit hati setelah menerima SMS (pesan singkat), seorang wanita bernama Nurul Hasanah (32) harus menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Tak hanya itu, Nur Hasanah yang tinggal di Jln. Teuku Umar Gang Pulau Subatik No. 35 Denpasar itu pun harus merasakan dinginya sel tahanan LP Kerobokan, Denpasar.

Sidang, Selasa (15/8) sudah masuk pada agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Ngurah Wirayoga. Dihadapan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila, Jaksa Wirayoga menuntut terdakwa dengan pidana penjara salama 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun.

Jaksa dalam amar tuntutanya menyatakan, terdakwa tamatan Diploma 1 Perhotelan itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap A.A. Made Sri Parwati. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,”kata jaksa Kejari Denpasar itu di muka sidang.

Dalam tuntutan, jaksa juga mengurai perbuatan yang dilakukan terdakwa. Disebutkan, kasus ini bermula saat terdakwa merasa sakait hati lalu emosi setelah menerima pesan singkat (SMS) dari korban pada hari Rabu (3/5/2017) silam.

Terdakwa langsung mendatangi korban dan menyiram korban dengan air minum yang dibawanya.”Korban marah dan mendorong terdakwa. Lalu terdakwa mengigit tangan korban,”ujar jaksa dalam tuntutanya.

Korban yang tidak diterima disiram dan digigit oleh terdakwa, melempar terdakwa dengan sebuah tas, tapi tidak mengenai sasaran. Terdakwa lalu membuka sepatunya.

“Dengan menggunakan sepatu terdakwa memukul wajah korban sebanyak tiga kali,”sebut jaksa. Pukulan pertama mengenai pelipis korban, kedua mengenai hidung dan yang ketiga mendarat di kepala korban.

Beruntung, saat kejadian ada seorang saksi yang masih anak dibawah umur melihat kejadian tersebut dan langsung melerai. Tak hanya itu, saksi anak tersebut juga melaporkan kejadian ini ke pihak yang berawajib. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment