Kajari Perintahkan Jaksa Ajukan Banding Atas Vonis DKDA

Ketut Maha Agung (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Janji Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar untuk tidak main-main dalam manangani kasus pembunuhan Prada Yanuar Setiawan (20) benar-benar ditepati.

Buktinya, Kejari Denpasar malalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Ketut Maha Agung menyatakan banding atas putusan 4 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Agus Walujo terhadap DKDA, pelaku utama kasus yang menewaskan anggota TNI-AD itu.

“Jadi sesuai petunjuk pimpinan, yang sebelumnya pikir-pikir selama 7 hari, hari ini kita nyatakan banding,” ujar Maha Agung yang ditemui di Kejari Denpasar, Selasa (15/8).

Namun ditanya apa alasan mengajukan banding, Maha Agung hanya menjawab untuk memberikan rasa keadilan terhadap korban. “Banding kami ajukan untuk rasa keadilan,” imbuh pria asal Buleleng ini.

Empat pelaku anak saat digiring petugas usai menjalani sidang. (bnn/pro)

Sedangkan untuk pelaku lainya, IC, KCA dan KTS, Maha Agung mengatakan tidak mengajukan banding. “Untuk pelaku lain, kami menerima putusan hakim,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar sebelumnya menyatakan pelaku DKDA terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penusukan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Perbuatan DKDA terbukti melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP jo UU RI. No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Oleh karena itu, JPU menuntut pelaku DKDA dengan pidana penjara selama 5,5 tahun.

Sementara majelis hakim pimpinan Agus Walujo dalam amar putusannya, menyatakan sependapat dengan JPU yang menyebut pelaku DKDA terbukti bersalah sebagaimana tertuang dalam 170 ayat (2) ke-3 KUHP jo UU RI. No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Namun majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dituntut JPU terhadap putra anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Nyman Rai itu.

Dengan barbagai alasan dan pertimbangan, majelis akhirnya menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap DKDA.

Sementara untuk pelaku CI, KCA dan KTS, majelis hakim menyatakan ketiganya terbukti dengan terang-terangan dan bersama-sama melakukan kekerasan sehingga korban mengalani luka berat.

Ketiganya melanggar Pasal 170 ayat (2) KUHP jo UU RI. No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Untuk terdakwa CI dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dalam kasus penganiayaan terhadap korban Muhamad Jauhari.

Sementara terdakwa KCA dan KTS, masing-masing divonis 9 bulan penjara dalam kasus yang sama. Terdakwa CI kembali menjalani persidangan untuk perkara penganiayaan terhadap korban Yanuar Setiawan.

Dalam perkara ini, CI yang dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) KUHP jo UU RI. No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak divonis 1,5 tahun penjara.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment