Apolonia Corebima. BNN/DOK

Larantuka/BaliNesNetwork.com-Pemerintah Kabupaten Flores Timur sangat serius mengamankan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017.Setelah mendapat dispensasi pergeseran batas akhir target penyerapan 75 persen DAK semester pertama  oleh Pemerintah Pusat dari 21 Juli 2017  ke 31 Agustus 2017, beberapa paket DAK yang masih kandas sebelumnya kini telah berproses maju. Target realisasi 75 persen  serapan DAK untuk semester pertama  sangat diyakini dapat tercapai. Jabatan pimpinan OPD pun menjadi taruhannya.

Bupati Flores Timur  Antonius Gege Hadjon yang dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Apolonia Corebima, SE, M.Si di ruang kerjanya, Jumat (11/8) mengungkapkan, rasa optimis itu.

Dari beberapa paket fisik dan non fisik yang masih terkendala di penghujung pinalti 21 Juli 2017, kini telah berproses di ULP dan rata –rata telah sampai pada fase penandatangan kontrak kerja.

“Untuk DAK non fisik dengan pola E-Katalog, semuanya telah dikontrakan dan tinggal menanti barangnya tiba. Sedangkan untuk paket fisik yang belum capai target di pinalti 21 Juli 2017 kemarin, semuanya sedang berproses di ULP. Kami optimis, target penyerapan 75 persen DAK untuk semester pertama ini dapat berjalan sukses,” tandas Nia Corebima.

Beberapa paket fisik DAK yang sedang berproses di ULP sebagaimana yang diutarakan Nia Corebima adalah paket pembangunan JTP Waibalun dengan anggaran Rp 500.000.000, paket pembangunan Pasar Lamawalang senilai Rp 1.344.000.000, Pasar Boru Rp 673.000.000, pembangunan JTP Sagu Rp 2.500.000.000,Pembangunan Rumah Tenun Rp.1.200.000.000 serta pembangunan SPAM Hokeng Jaya dengan pagu anggaran Rp Rp 2.375.000.000

“Kecuali  Pembangunan JTP Waibalun yang telah di-PL-kan, beberapa item paket fisik yang saya sebutkan ini sedang berproses di ULP dan belum sampai pada fase penandatangan kontrak. Namun kami optimis, sebelum 31 Agustus 2017 semuanya sudah berkontrak. Maka amanlah DAK 2017,” ujar Nia Corebima.

Walaupun mendapat toleransi pergeseran waktu batas akhir serapan DAK 75 persen dari 21 Juli ke 31 Agustus 2017 dari Pemerintah Pusat, tidak membuat Bupati Anton Hadjon dan Wabup Agus Boli  tersenyum riang. Banyangan ancaman tidak tercapainya penyerapan DAK  tersebut justru mendidihkan duo pemimpin daerah Flotim itu dan langsung tancap gas menggenjot seluruh pimpinan OPD pengelola DAK untuk lebih serius menjalankan tugasnya. Dan jabatan pimpinan OPD pun menjadi taruhannya di persoalan DAK tersebut. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment