Para PNS FLotim sedang mendaftarkan diri  untuk tes urine di tenda pendaftaran, kantor bupati, Jumat (11/8). BNN/Emnir

Larantuka/BaliNEwsNetWork.com-Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017-2022 menolak keras peredaran Narkotik dan prekursor narkotik di wilayah Flores Timur. Berkaitan dengan konsep besar menyelamatkan orang muda yang terbingkai dalam mimpi besar duet Anton Gege Hadjon dan Agus Payong Boli untuk membangun desa, menata kota, maka Pemerintah Kabupaten Flores Timur pada Jumat (11/08) Pemkab Flotim melalui Badan Narkotika Nasional Kabupaten Flores melakukan test urine bagi PNS.

Kegiatan  berpedoman pada PP Nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Penyalahgunaan Narkotik yang telah ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri PAN Reformasi Birokrasi RI dengan Kepala BNN Nomor:NK/25/VI/2017 tertanggal 8 Mei 2017 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di lingkungan instansi pemerintah.

Sekertaris BNN Kabupaten Flores Timur yang juga adalah Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Flotim Drs. Rokus Useng Telan dalam laporannya di acara perdana pelaksanaan tes urine bagi PNS lingkup Setda Flotim menguraikan, intensitas  penyebaran serta  pengunaan narkotika telah merajalelah di tanah air Republik Indonesia ini.

“Tiada hari tanpa ada berita Narkoba,” demikianlah Rokus Useng mengawali laporannya dengan menyajikan fakta penangkapan baik pengedar maupun pemakai zat yang membahayakan itu.

Oleh karena itu dalam menyelaraskan komitmen kepemimpinan politik Flores Timur periode 2017-2022 untuk membangun desa dan menata kota, terkhusus pada usaha menyelamatkan orang muda, serta mensinkronkan komitmen duo kepemimpinan Bereun itu guna mencegah masuknya jaringan narkotika di wilayah Flores Timur, maka pihak BNN Kabupaten Flotim  atas kerjasama dengan pihak BNN Propinsi NTT, Polres Flotim, Kodim 1624 Flotim serta RSUD Flotim  memelopori PNS Bebas Narkotika  melalui aksi tes urine.

“Ini kegiatan  baru pertama kali terjadi di lingkup Pemerintah Kabupaten Flotim. Melalui tes urine ini, kita  dapat pastikan para pegawai negeri sipil berada pada titik aman, bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tandas Rokus Useng.

Berkaitan dengan tes urine tersebut, BNN Kabupaten Flotim memfokuskan pemeriksaan pada jajaran eselon 2, 3 dan 4 serta para kepala sekolah pada jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK yang berstatus PNS dengan target 523 orang.

“Apabila dari hasil pemeriksaan dan diketahui ada PNS yang positip narkoba maka pihak penyelenggara akan menyerahkan penanganannya berdasarkan peratruan yang berlaku pada kepada bupati melalui Sekda Flotim dengan tetap berkoordinasi dengan BNN Propinsi NTT,” jelas Rokus. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment