Kades Kwuta Diduga Hamili Keponakannya – Dibiarkan Camat, Warga Adukan ke Bupati Flotim

Syauqi Ibrahim Dasy, keluarga korban yang melaporkan ihkwal perbuatan amoral Kades Kwuta. BNN/AmarOla Keda

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Kasus amoral   dengan pelakunya kepala kesa kembali  terjadi di Nusa Solor, Kabupaten Flores Timur. Pasca kasus Kepala Desa Menanga, Kecamatan Solor Timur menghamili seorang warganya mencuat ke publik, kini muncul  lagi kabar baru dari Desa Kwuta, Solor Timur.

Dikabarkan, Kepala Desa Kwuta Mansur Salem diduga kuat tega menghamili keponakannya, berinisial JH (25),  yang tinggal serumah dengannya.

Kasus tersebut  telah dilaporkan oleh Syauqi Ibrahim, Dasy, salah seorang keluarga korban kepada pihak kepolisian dan kecamatan. Namun Camat Solor Timur M. Zulkarnaen sebagaimana yang dituturkan Syauqi Ibrahim Dasy, Rabu (9/8) malah apatis dengan laporan keluarga korban tersebut.

Atas  sikap Camat Solor Timur tersebut, keluarga korban lantas meneruskan laporan kasus tindakan amoral kades Kwuta itu kepada Bupati Flores Timur.

Sebagaimana yang tertera dalam surat mereka tertanggal 4 Juli 2017 kepada Bupati Anton Hadjon, Syauqi Ibrahim Dasy membeberkan kisah hubungan badan  antara Kades Kwuta dan JH terjadi di saat korban tinggal serumah dengan Kades Mansur Salem.

“Korban (JH) adalah anak dari kakak kandung Pak Kades dan JH tinggal serumah dengan Kades. Kejadian itu berdasarkan pengakuan dari JH terjadi ketika istri Kades sedang ada di Kupang. Selanjutnya JH  pergi ke Kalimantan dan beberapa bulan setelah dia bekerja di sana akhirnya diketahui kalau JH sedang hamil 3 bulan. Karena sedang hamil, JH lalu pulang dan akhirnya melahirkan  seorang anak perempuan di RSUD Larantuka pada 22 Mei 2017 yang hanya bertahan hidup 1 minggu,” papar  Syauqi  kepada wartawan di kantor bupati, Rabu (9/8).

Berbagai usaha konfirmasian perbuatan sang Kades itu  telah dilakukan keluarga korban termasuk melalui jalur BPD dan Camat Solor Timur. Namun Kades Mansur tetap tidak mengakui perbuatannya  dan memberikan alasan yang tidak jelas.

Ditambah lagi dengan janji  tinggal janjinya Camat Zulkarnaen untuk menyelesaikan kasus tersebut, keluarga korban lantas meneruskan laporan perbuatan amoral itu kepada Bupati Flotim.

“Akibat tindakan pembiaran terhadap kasus-kasus amoral yang dilakukan oleh  oknum kepala desa serta tidak diikuti dengan tindakan hukum akan melahirkan kasus-kasus susulan serupa. Sudah terbukti kok! Oleh karena itu melalui Bapak Bupati kami minta oknum Kades Kwuta segera melakukan klarifikasi di hadapan keluarga korban dan masyarakat desa Kwuta serta meminta Kades untuk mundur dari jabatannnya serta memboikot bahkan menolak pelaksanaan perayaan HUT ke-72 RI tingkat Kecamatan Solor Timur di desa Kwuta,” tegas Syauqi.

Kepala Desa Kwuta Mansur Salem yang dikonfirmasi melalui saluran selulernya secara tegas membantah semua tudingan barisan Syauqi  tersebut.

“Tidak benar semuanya itu. Saya hanyalah sebagai  terduga, dan telah ada pertemuan penyelesain  di kantor Desa Kwuta pada 12 Juli 2017 yang dihadiri oleh Pak Camat, Danramil serta pihak Polsek Menanga dan warga Desa Kwuta. Tidak ada bukti. Itu hanya fitnah. Fitnah semuanya,” tandas Mansur Salem. (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment