Sambut Konferensi IMF, Bali Kebut 6 Proyek Raksasa

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta. Foto: bnn/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pasca kembali dari Jakarta untuk bertemu Presiden dan beberapa menteri terkait, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengaku jika pertemuan tersebut membahas soal beberapa infrastruktur besar di Bali yang akan dibangun secepatnya.

“Tadi pagi saya baru pulang dari Jakarta dengan pesawat pertama. Semalam pertemuan dengan beberapa menteri terkait membahas soal pembangunan infrastruktur di Bali. Habis rapat jam 23.00 Wita. Tidur sebantar di hotel lalu jam 03.00 dini hari tadi harus berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang lagi ke Bali karena beberapa agenda penting sudah menunggu di Bali,” ujarnya di Denpasar, Jumat (04/08).

Menurutnya, dari beberapa pembangunan mega proyek tersebut, ada beberapa pengerjaan yang harus segera diselesaikan dalam rangkaian menyambut Konferensi IMF dan Bank Dunia.

Keenam proyek raksasa yang dimaksud adalah pembangunan Bandara Internasional di Bali utara, pengembangan kawasan industri pariwisata di Buleleng Barat, pembangunan stadion olah raga berstandar internasional di Bali selatan, pembangunan kereta api keliling Bali, pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional di Pura Besakih, dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Selain itu, ada juga pembangunan sarana pengolahan limbah dan antisipasi kemacetan di kawasan Bali selatan.

Dari beberapa proyek raksasa tersebut, ada dua proyek yang harus segera dikebut untuk menyongsong Konferensi IMF yakni perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan percepatan pengolahan sampah di TPA Suwung Denpasar.

“Kalau urusan perluasan Bandara Ngurah Rai dan pengolahan limbah di TPA Suwung akan dikebut menyongsong Konferensi IMF dan Bank Dunia,” ujarnya.

Menurut Sudikerta, berbagai proyek raksasa tersebut akan dibangun melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang saat ini sedang disusun draft-nya oleh kementerian dan lembaga terkait.

“Dalam rapat tersebut sudah dikatakan bahwa paling lambat tahun 2018 nanti sudah mulai dibangun berbagai proyek raksasa tersebut,” ujarnya. Untuk total nilai proyek sangat bervariasi dan sangat tergantung dari hasil kajian dan master plan yang ada. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment