PT Bali Bantah Mengambil Sumpah Advokat Bodong

Humas Pengadilan Tinggi Bali Tjok Rai Suamba memperlihatkan Tanda Lulus Ujian Calon Advokat  yang dikeluarkan DPP KAI atas nama Putu Nova Christ Andika Graha Parwata, SH

Denpasar/BaliNewsNetwork-Humas Pengadilan Tinggi (PT) Bali Tjokorda Rai Suamba, SH menegaskan, pengambilan sumpah terhadap advokat Putu Nova Chirst Andika Parwata, adalah tindakan yang sah sesuai hukum karena berdasarkan surat permohonan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI).

Disebutkan, surat tertanggal 24 Juli 2017 dengan nomor 043/DPP-KAI/Eks/VII/201 itu isinya memohon kepada Ketua Pengadilan Tinggi Bali berkenan mengambil sumpah advokat anggota KAI yang bernama Putu Nova Christ Andika Graha Parwata, SH. Surat itu ditandatangani langsung oleh Presiden KAI Indra Sahnun Lubis, SH dan Sekretaris Jenderal Apolos Djara Bonga, SH.

Penegasan Tjok Suamba ini untuk menepis anggapan bahwa tindakan Ketua Pengadilan Tingggi (KPT) Bali Ketut Gede, SH melakukan pengambilan sumpah advokat terhadap Putu Nova Christ Andika Graha Parwata pada 26 Juli 2017 lalu menabrak aturan hukum karena ketidakjelasan keanggotaan Putu Nova Chirst Andika Graha Parwata dalam organisasi advokat di Denpasar yakni DPD KAI.

Menurut Suamba, UU No. 18 tahun 2003 tentang Advokat tidak mengatur secara tegas siapa yang mengajukan permohonan kepada PT untuk dilakukan pengambilan sumpah advokat. Undang-undang hanya mencantumkan diajukan oleh induk organisasi atau organisasi dimana advokat itu bernaung,

“Undang-undang hanya mencantumkan seperti itu. Pelantikan (pengambilan sumpah, maksudnya-red) dapat dilakukan  jika  diajukan oleh induk organisasi atau organisasi dimana si tersumpah itu bernaung,” sebutnya.

Ketika disampaikan bahwa DPD KAI Denpasar tidak tahu menahu soal pengambilan sumpah ini, menurut Tjok Suamba  itu bukan wewenang PT untuk menjelaskan.

“Itu kan urusan intern mereka. Bagi kami, kalau ada permohonan pengambilan sumpah, kami harus lakukan, apalagi persyaratan yang diajukan juga sudah lengkap,” tegasnya sambil memperlihatkan tanda lulus ujian advokat dan surat keterangan magang Putu Nova Parwata.

Dari dokumen tersebut, diketahui Putu Nova  Chirst Andika Graha Parwata sebelumnya mengikuti magang sebagai advokat pada kantor pengacara  Herman Kadir & Partners yang beralamat di Jl. K.H. Abdul Sjafi’I Gudang Peluru Blok A No 17 Tebet, Jakarta Selatan,  sejak 15 Mei 2014 hingga saat ini. Itu sesuai surat keterangan magang yang ditandatangani Herman Kadir, SH., M.Hum tertanggal 23 Mei 2017.

Sebelumnya, pada Senin (31/07) Ketua Peradi Denpasar I Wayan Purwita dan beberapa pengurus lainnya mendatangi KPT Bali Ketut Gede guna meminta klarifikasi terkait pengambilan sumpah  advokat terhadap anak dari Ketua DPRD Badung I Putu Parwata tersebut.

Masalahnya, menurut Purwita, dia tidak terdaftar pada salah satu dari tiga  organisasi advokat yang ada di Denpasar. Yakni Peradi pimpinan Purwita, Peradi pimpinan Budi Adnyana, dan KAI pimpinan Nyoman Gede Sudiantara.

Menurut Nyoman Gede Sudiantara yang akrab dipanggil Pungluk, sekalipun permohoan pengambilan sumpah diajukan oleh DPP KAI, harusnya ada approval dari DPD.

“Kalau begitu caranya, untuk apa ada DPD?,” tanya Punglik, ketus. (rsn)

Berita Terkait:

Ketua Pengadilan Tinggi Bali Menyumpah Advokat Diduga Bodong

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment