Ketua Pengadilan Tinggi Bali Menyumpah Advokat Diduga Bodong

Ketua Pengadilan Tinggi Bali I Ketut Gede, SH dan Putu Nova Christ Andika Graha Parwata, SH. BNN/IST

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Denpasar Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) pimpinan I Wayan Purwita, SH, MH Senin (31/07) mendatangi Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Bali I Ketut Gede, SH di kantornya, Jl. Tantular Barat, Denpasar. Tujuan kedatangan Purwita bersama Wayan Mudita, SH, MH (Ketua Bidang Perlindungan Profesi dan Bantuan Hukum Peradi) dengan dua angotanya yakni Wayan Wirta, SH dan Jupiter, SH  ini untuk mengklarifkasi dugaan oknum advokat bodong yang disumpah oleh KPT Bali I Ketut Gede pada 26 Juli 2017

Sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) oleh para advokat, KPT Bali I Ketut Gede diduga menabrak UU Advokat ketika mengambil sumpah Putu Nova Christ Andika Graha Parwata, SH sebagai advokat. Putu Nova Christ Andika Graha Parwata tak lain adalah anak dari Putu Parwata, Ketua DPRD Badung.

Masalahnya, Putu Nova Christ Andika Graha Parwata tak jelas keberadaannya dalam  organisasi advokat yakni Peradi pimpinan Wayan Purwita maupun Peradi pimpinan Budi Adnyana dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) pimpinan Nyoman Gede Sudiantara alias Punglik.

Berdasarkan UU No. 18 tanhun 2003 tentang Advokat, seorang yang baru tamat kuliah di fakultas hukum harus magang 2 tahun dulu di kantor pengacara, lalu mengikuti Diklat (pendidikan dan pelatihan) Khusus Profesi Advokat (DKPA). Setelah lulus dari situ barulah dilantik oleh organisasi advokat dimana dia bernaung, dan terakhir barulah disumpah  oleh Ketua Pengadilan Tinggi. Karenanya peyumpahan seorang advokat mestinya atas usul organisasi advokat dimana dia bernaung.

Benarkah anak dari Ketua DPRD Badung itu adalah advokat bodong? I Wayan Purwita yang ditemui di Pengadilan Tinggi Bali menerangkan,   justru untuk menghindari kesimpangsiuran itu dan agar tidak menjadi bola liar maka pihaknya berinisiatif meminta klarisfikasi dari KPT Denpasar.

“Karena kami sudah cross check di organisasi profesi yang ada di Denpasar, tidak ada yang tahu menahu soal penyumpahan ini,” kata Purwita.

Wayan Purwita dkk menemui KPT Bali Ketut Gede

Wayan Purwita dkk menemui KPT Bali Ketut Gede

Mengutip penjelasan Ketut Gede, bahwa Putu Nova Christ  Andika Graha Parwata dilantik sebagai advokat berdasarkan usulan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kongres Advokat Indonesia (KAI).

“Nah karena DPN KAI ini bukanlah lembaga profesi atasan kami sehingga kami tidak berwewenang bertanya lebih jauh,” kata Purwita. “Tugas kami menjelaskan kepada anggota dan masyaratkat sebatas itu,”lanjut Purwita

Bagaimana tanggapan Nyoman Gede Sudiantara, Ketua DPD KAI Denpasar soal ini? Dihubungi per telepon selularnya malam ini, Nyoman Sudiantara malah mengaku tidak tahu menahu ada pelantikan anggotanya di PT Denpasar pada 26 juli lalu.

“Siapa yang mengusulkan?,” tanya Punglik-panggilan akrab Sudiantara.

Ketika dijelaskan bahwa yang mengusulkan penyumpahan Putu Nova Christ Andika Graha adalah DPN KAI, toh Punglik tak percaya betul.

“Kalaupun rekomendasi dari DPN, mestinya kan ada approval dari DPD (Dewan Pengurus Daerah). Kalau begitu caranya, apa gunanya ada DPD?,’ ujar  Punglik, ketus.

“Kenapa perlu ada approval dari DPD”, lanjut Punglik,  “karena kalau dia perpanjang izin (sebagai pengacara) kan harus ada tanda tangan DPD”.

Sayangnya, KPT Bali I Ketut Gede, SH belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi per telepon selularnya malam ini, dia belum mengangkat teleponya. Begitu coba dikonfirmasi melalui pesan pendek, juga belum mendapat jawaban. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment