Benyamin Seran, Kuasa Hukum Ayah Biologis Baby “J” Bantah Kliennya Bermasalah

Foto video baby J disiksa ibu kandungnya. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kasus kekerasan terhadap bayi inisial “J” atau disebut baby J (8 bulan) yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya, Mariana Dangu, ternyata menyimpan cerita lain.

Menurut Benyamin Seran, kuasa hukum Otmar Daniel Adelsberger atau Mr Otty yang merupakan ayah biologis baby J, kliennya telah membiayai proses penyembuhan Mariana dari sakit depresi. Selain itu, katanya, tidak ada persoalan sama sekali antara kliennya bersama ibu kandung baby J yakni Mariana.

“Klien kami Mr Otty yang menanggung semua biaya penyembuhan ibu korban baby J. Otty-lah yang membiayai semua keperluan anaknya sekalipun mereka tidak ada hubungan pernikahan. Memang Mariana diketahui mengidap depresi. Penyebabnya kami tidak tahu,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (29/7).

Yang menjadi masalah ketika video kekerasan terhadap baby J yang dilakukan oleh ibu kandungnya diunggah ke media sosial yang menjadi heboh di seluruh Bali. Diduga kuat, kekerasan yang dilakukan oleh Mariana terhadap Baby J dilakukan saat pelaku dalam keadaan depresi.

Video kekerasan itu diambil sejak bulan Maret lalu. Saat itu baby J langsung diserahkan ke sebuah yayasan sosial setelah mendapat persetujuan dari ayah biologisnya yang saat ini sudah menetap di Austria. Persoalan muncul ketika ibu kandung baby J ingin mengambil kembali anaknya dari yayasan.

“Waktu itu saya dihubungi pihak yayasan. Pihak yayasan bertanya apakah anak ini mau diserahkan kembali ke ibunya atau tidak. Saya saat itu meminta kepada yayasan agar Mariana melengkapi surat keterangan kesembuhan dari dokter Lely, yakni dokter yang merawatnya saat depresi. Selain itu, ada surat jaminan dari lembaga resmi yang menyatakan bahwa baby J dijamin keselamatannya. Ternyata persyaratan itu tidak bisa dipenuhi oleh ibu kandung korban. Yayasan tidak mau memberikan Baby J karena dikhawatirkan kekerasan terjadi lagi,” ujarnya.

Akibat permintaan itu tidak dipenuhi, Mariana meminta bantuan P2TP2A Bali melakukan mediasi, tetapi tidak dikabulkan oleh yayasan. Di sinilah awal mula persoalan itu muncul.

Benyamin Seran mengaku, pihaknya sudah dipanggil ke Polda Bali saat Mariana diperiksa sebagai terlapor. Dirinya dituduh tidak mengambil langkah hukum saat melihat ada kekerasan terhadap Baby J.

“Saya sudah menjelaskan bahwa kasus itu sudah diselesaikan secara non litigasi. Semua pihak ingin baik, berdamai. Anaknya diserahkan ke yayasan. Disaksikan oleh pejabat dari konsulat Australia. Kalau bisa diselesaikan di luar pengadilan kenapa harus melaporkan kasus tersebut,” ujarnya. Mariana dilaporkan oleh yayasan atas kasus kekerasan terhadap baby J. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment