Kadali Pembeli Rp 536 Juta, Penipu Jual Tanah Dilimpahkan ke Kejati Bali

I Putu Ananta Wijaya, SH (menutup muka) saat dibawa ke Kejati Bali. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork- I Putu Ananta Wijaya, SH tersangka kasus penipuan atau penggelapan atas penjualan sebidang tanah di Jalan Subak Dalem Gatot Subroto Tengah, Denpasar dengan pelapor atau korban Via Ernawati, yang dilaporkan Agustus 2016 lalu, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali.

Kasus tersebut bermula dari korban yang tinggal di Kalimantan hendak mencari sebidang tanah di daerah Denpasar, kemudian tersangka yang hanya bekerja serabutan ini, menawarkan diri untuk membantu korban sekitar bulan Agustus 2013 lalu. Saat itu tersangka mengatakan kepada korban bahwa ada tanah seluas 150 m2 dengan harga Rp700 juta, yang pembayarannya bisa dicicil.

Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah menawarkan sebidang tanah kepada korban sehingga korban tertarik untuk membelinya, dan dilakukan pembayaran melalui terlapor secara bertahap.

Dijelaskan, korban melakukan transfer tahap pertama pada tanggal 18 November 2013 sebesar Rp 200 juta melalui rekening Bank Mandiri ke rekening BCA milik tersangka. Kedua, pada tanggal 16 Desember 2013, dimana korban mentransfer lagi sebesar Rp 50 juta, ketiga tanggal 19 Mei 2014 sebesar Rp 200 juta, kemudian keempat tanggal 29 September 2014 ditransfer uang sebesar Rp 46 juta ke rekening tersangka, dan kelima korban kembali mentransfer tanggal 12 Januari 2015 sebesar Rp 20 juta melalui rekening istri tersangka Eka Fatmawati.

“Sehingga total keseluruhan sekitar Rp 536 juta, namun kenyataannya tanah yang ditawarkan tersebut tidak ada, dan terhadap uang tersebut telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tersangka ini pekerja serabutan,” kata Kasubdit II Dit Reskrimum Polda Bali AKBP Gede Nyoman Artha di Denpasar, Kamis (27/7).

Kemudian korban satu saat hendak bertemu sang pemilik langsung, namun oleh tersangka dicegah dengan berbagai alasan. Sehingga korban mulai curiga dan korban mendesak tersangka terkait tanah tanah yang ditawarkan serta uang yang telah diterimanya.

Akhirnya tersangka mengakui jika sebidang tanah itu tidak ada, dan dia mengaku telah menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadinya. Korban pun melaporkannya kepada pihak Polda Bali pada Jumat 5 Agustus 2016 silam.

“(Tersangka) tidak ditangkap. Hanya pemanggilan lalu diamankan. Karena pelaku kooperatif. Dan sudah ditetapkan tersangka pada tanggal 20 Maret 2017,” jelasnya.

Tersangka diduga melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman masing-masing pasal empat tahun penjara. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment