Kuasa Hukum Sudarta Sebut Kejati Bali Terlalu Bernafsu

Jhon Redo (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Jhon Redo, Kuasa hukum I Wayan Sudarta, salah satu tersangka kasus pelepasan asset negara  berupa tanah di lokasi Taman Hutan Raya ((Tahura) tidak terima klienya dijadikan tersangka. Pasalnya, dia menyebut Sudarta tidak ada sangkut pautnya dengan perkara ini.

Dengan demikian, Jhon Redo menilai penetepan Sudarta sebagai tersangka terksan terlalu dini. Dijelaskanya, Sudarta hanyalah penerima kuasa dalam pengurusan dan penjualan.

“Sudarta ini bukan pemilik sertifikat dan bukan pula yang mengeluarkan sertifikat,”sebut Jhon Redo, Kamis (27/7) di Kejati Bali.

“Hanya saja karena jaksa punya maksud lain, mungkin untuk menjerat yang kakapnya, jadi semacam itulah,” imbuh Jhon Redo.

Dijelasnkannya, tersangka ini profesinya adalah biro jasa untuk pengurusan dokumen.

“Salah satunya adalah pengurusan jasa sertifikat hak milik. Jadi apa kaitanya penerima kuasa pengurusan dan penjualan dikaitkan dengan korupsi,”bebernya.

Dengan demikian, kata Jhon Redo, jaksa terlalu bernafsu dalam penetapan Sudarta sebagai tersangka.

“Kalau menurut saya ada miss komunikasi saja,” tandasnya.

Namun demikian, Jhon Redo mengatakan tidak akan mengajukan praperadilan atas ditetapkanya Sudarta sebagai tersangka.

Dia lebih memilih melaporkan kasus ini ke Jaksa Agung, Jaksa Agung Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan.

Sementara Asiten Pidana Khusus (Aspidus) Kejati Bali, Polin Olopan Sitanggang menanggapi dingin terkait akan dilaporkannya ke Kejaksaan Agung.

“Kami bekerja sesuai prosedur, silahkan saja kalau mau melaporkan,” tegasnya. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment