Mantan Sekwan DPRD Denpasar Divonis Satu Tahun Penjara

I Gusti Rai Sutha (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Gusti Rai Sutha mantan Sekretari Dewan (Sekwan) DPRD Denpasar yang menjadi terdakwa dalam kasus mark up perjalanan dinas DPRD Kota Denpasar, bisa bernafas lega.

Pasalnya, pada sidang, Rabu (26/7) dengan agenda pembacaan putusan, Rai Sutha oleh majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila hanya divonis perjara selama satu tahun. Vonis ini sama persis dengan vonis yang diterima I Gusti Made Patra dalam kasus serupa.

Dalam amar putusnya majelis hakim menyatakan terdakwa Rai Sutra terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atu korporasi, menyalahgunana kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya kerena jabatanya atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 3 UU RI. No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI. No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI. No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam amar putusnya majelis juga menyatakan, terdakwa Rai Sutha terbukti bersalah karena pernah ikut dalam perjalanan dinas sehingga terdakwa juga menikmati uang transport dan lainya yang diberikan oleh trevel yang menimbulkan kerugian negara.

Selain itu, majelis juga menyebut bahwa perbuatan Rai Sutha juga masuk dalam unsur menguntungkan pihak lain, baik itu travel maupun pihak yang ikut melakukan perjalanan dinas.

Disebut pula dalam putusan, sebagai pengguna anggaran (PA) terdakwa tidak pernah menguji kebenaran atas invoice yang diajukan oleh travel.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Gusti Rai Sutha dengan pidana penjara selama satu tahun,”tegas Hakim. Selain menjatuhkan hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda Rp 50 juta.

“Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan,”demikian vonis hakim.

Putusan ini juga lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati dkk., yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1,5 tahun.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukum, Made Suardika Adnyana menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga menjadi sikap JPU.”Kami pikir-pikir,”kata JPU Dewa Narapati dimuka sidang.

Dalam amar putusnya, majelis hakim juga membeberkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Disebutkan, kasus ini berawal dari adanya program peningkatan kapasitas lembaga DPRD pada 2013 yang salah satunya terdapat anggaran perjalan dinas (Perdin). Dalam program ini dianggarkan Rp 12.263.641.875.

Rai Sutha disebut berkoordinasi dengan Gede Wira Kusuma Wahyudi untuk mengkordinasikan dengan pihak travel yaitu Sunda Duta Tour dan Travel Bali Daksina Wisata.

Travel itu kemudian mengajukan paket perjalanan sesuai daerah tujuan perdin DPRD Kota Denpasar.

Dalam program yang diikuti hampir seluruh anggota DPRD Kota Denpasar sejumlah 40 orang inilah diduga ada mark up.

Disebutkan, akibat perbuatan Rai Sutha telah menyebabkan memperkaya pihak travel agen yakni Sunda Duta Tour & Travel dan Bali Daksina Wisata dan orang lain, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp Rp 2.292.268.170.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment