Kasus Jeremy Thomas Dilimpahkan ke Jakarta

Murni Parayanti (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Berkas kasus penipuan/penggelapan dengan tersangka Jeremy Thomas sudah ditermia Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Namun berkas itu akhirnya dikembalikan ke Penyidik Polda Bali dengan alasan locus delectinya (tempat kejadian perkara) bukan di Bali.

Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Bali Murni Parayanti yang ditemui di Kejati Bali, Kamis (20/7) lalu. Parayanti juga membenarkan bila pihaknya sudah menerima P-19.”Namun setelah kita pelajari, ternyata locus delectinya bukan di Bali, jadi berkas kita kembalikan ke Polda Bali untuk selanjutkan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung),”sebut pejabat asal Makassar itu.

Ditambahkan pula, jika kasusnya nanti dilimpahkan ke Kejagung, bisa jadi sidang tidak digelar di Bali meski lokasi sengketa ada di Ubud, Gianyar.”Yang jelas berkas sudah kami kembalikan, soal sidang nanti bisa di Bali, bisa juga di Jakarta,”pungkasnya sambil berlalu.

Sekedar mengingatkan, kasus ini bermula saat Patrick membeli sebidang tanah di kawasan Kadewatan, Ubud pada tahun 1999 lalu, seluas 35 are. Karena warga asing, Patrick meminjam nama Rudi Marcio asal Bandung yang merupakan agen properti tanah tersebut, yang kini terseret kasus narkoba.

Pada tahun 2000 dibangun vila mewah di atas tanah tersebut. Selanjutnya, Patrick yang bekerja di Jakarta sebagai Komisaris Independent PT Astra International yang sudah kenal lama dengan Jeremy Thomas melakukan kerjasama pada 2013 untuk membangun spa di atas sisa tanah seluas 12 are yang berada di sebelah vila milik Patrick.

Jeremy lalu dimintai tolong untuk mencarikan pinjaman dana di bank untuk membangun spa. Jeremy lalu meminta agar SHM vila yang sebelumnya atas nama Rudi Marcio dialihkan ke nama 2013 Jeremy Thomas, untuk mempermudah keluarnya kredit di bank. Karena sudah kenal dekat dengan Jeremy, korban mau saja dan dilakukan jual beli dari Marcio ke Jeremy melalui persetujuan Patrick.

Masalah muncul ketika kredit di bank cair Rp 17 miliar yang sudah ditandatangani Patrick di notaris. Namun Jeremy tidak pernah melaporkan kepada Patrick kemana uang tersebut. Bahkan Patrick hanya sempat diberi uang Rp 1 miliar oleh Jeremy.

Tidak terima Patrick melaporkannya ke Polda Bali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan hingga Jeremy dijadikan tersangka dan dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment