Sanksi Tegas bagi Anggota DPRD Kupang yang Tertangkap Judi

Ketua DPD Hanura NTT, Jimmy Sianto. Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Robby YK Kan alias (RK) digerebek polisi saat berjudi jenis kartu Samgong di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa. Wakil rakyat tersebut ditangkap pada Senin, 17 Juli 2017, sekitar pukul 19.00 Wita.

Penangkapan kader Partai Hanura ini pun mendapat reaksi keras dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT, Jimmy Sianto.

“Selain proses hukum, di internal partai juga akan memeriksa yang bersangkutan. Pastinya partai akan memberi hukuman yang terberat bisa di PAW bahkan bisa dicabut keanggotaan dari partai,” tegas Jimmy kepada wartawan, Rabu (19/7).

Jimmy mengatakan, sebagai utusan rakyat perbuatan tersebut sangat merugikan partai dan konstituen yang memilih RK sebagai anggota DPRD.

“Sudah memalukan konstituennya dan partai, jika terbukti bersalah maka akan diberikan sanksi dari partai yakni PAW,” ujar Jimmy.

Kasus ini, kata Jimmy, sudah dilaporkan secara lisan ke Ketua Pembina Wilayah dan Korda. Untuk laporan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, setelah ada putusan hakim.

Dia meminta seluruh masyarakat agar terus mengawal proses hukum yang melibatkan kadernya.

“Sebagai ketua DPD Hanura kita akan meminta yang bersangkutan dihukum seadil-adilnya. Bukan karena dia DPRD lalu dimaafkan dan di hukum ringan. Semua warga sama haknya di mata hukum,” imbuh Jimmy.

Dia menambahkan, tersangka RK menjabat sebagai Ketua Bagian Pemerintahan dan HAM di Partai Hanura Kota Kupang dan terpilih dari daerah pemilhan (Dapil) Kecamatan Maulafa.

“Soal pengakuan tersangka di polisi bahwa dia terpilih dari Dapil Kecamatan Oebobo itu tidak benar. Yang benar, dia terpilih dari Dapil Kecamatan Maulafa,” papar Jimmy.

Ketua Dewan Kehormatan DPRD Kota Kupang, Elia Th Salean mengaku belum mengetahui kasus yang menimpa rekannya di DPRD, Robby YK Kan. Robby digrebek tim khusus berantas judi Dit Reskrimum Polda NTT, Senin (17/7) malam.

“Saya belum tahu, karena sekarang saya lagi di Jakarta,” ucap Elia ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (19/7).

Elia mengaku pihaknya masih menanti hasil penyelidikan pihak kepolisian.

“Kita masih tunggu hasil penyelidikan dari Polda seperti apa, baru bisa kita beri sanksi. Kita biarkan aparat keamanan yang tangani dulu. Sanksi dari DPRD Kota menanti hasil penyelidikan Polda,” lanjutnya.

Menurut Elia, sesuai prosedurnya jika terbukti melakukan pelanggaran maka pihaknya akan memberikan sanksi. Sanksi yang dimaksud bisa berupa peringatan lisan, tertulis dan paling berat diajukan untuk diberhentikan.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berinisial R digerebek polisi saat berjudi jenis kartu Samgong di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa. Wakil rakyat tersebut ditangkap pada Senin, 17 Juli 2017, sekitar pukul 19.00 Wita.

Anggota DPRD dari Partai Hanura ini ditangkap bersama tiga terduga lainnya, yakni PEM, BS, dan BN. Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 4 juta dan kartu sebanyak 52 lembar. (Amar Ola Keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment