Pasien Rawat Inap Beli Obat di Luar, Wabup Flotim Tegur Direktur RSUD Larantuka

Wabup Agus Boli mengingatkan Direktur RSUD Hendrikus Fernandez dr. Yosep Kopong Daten (kiri) tidak mengharuskan pasien beli obat di luar rumah sakit. BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH melayangkan teguran keras  kepada pihak managemen RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka terhadap adanya fakta pasien rawat inap membeli  obat di apotik luar   RSUD Larantuka.

Dalam  operasi sidaknya, Rabu (19/7)  itu Wabup meminta Direktur RSUD Hendrikus Fernandez dr.Yosep Kopong Daten  untuk segera menegur dan menertibkan  adanya dugaan praktek nakal pihak-pihak yang  terlibat dalam memuluskan parktek pembelian obat di luar area RSUD tersebut.

Ketegasan sikap seorang Wakil Bupati itu didasari oleh semakin membludaknya pengaduan masyarakat tentang hal itu. Bahkan menurut Wabup Agus Boli, dugaan mafia obat yang  mengharuskan pasien atau keluarga pasien yang sedang dirawat di RSUD Hendrikus Fernandes  untuk membelanjakan obat di apotik  di luar kawasan RSUD Larantuka telah berlangsung lama .

“Sudah sangat lama warga mengadukan hal ini. Sejak saya dan Pak  Bupati Anton Hadjon masih di DPRD pun sering menerima pengaduan ini. Kami selalu respon itu, namun karena kewenangan kami  terbatas waktu itu. Kini kami punya kewenangan itu dan saya dan Pak Bupati Anton Hadjon secara tegas ingatkan kepada Pak Direktur RSUD untuk segera menertibkan ini. Kami tidak mau mendengar lagi keluhan warga tentang hal ini.Mulai hari ini, Saya dan Pak Bupati tidak mendengar atau menerima pengaduan lagi bila  ada resep yang mengharuskan pasien untuk membeli obat di luar dari lingkungan rumah sakit ini,” tandasnya.

Wabup Agus Boli meninjau Apotik RSUD Larantuka, Rabu (19/7)

Wabup Agus Boli meninjau Apotik RSUD Larantuka, Rabu (19/7)

Sebagai lembaga pelayanan, demikian Wabup Agus Boli, dalam arahan lanjutannya meminta pihak managemen RSDU Larantuka untuk mengedepankan  aspek social oriented ketimbang profit oriented. Oleh karena itu masyarakat harus dilayani secara prima dan manusiawi.

Direktur RSUD Hendrikus Fernandez dr. Yosep Kopong Daten sendiri tidak mampu menyembunyikan kenyataan adanya praktek sebagaimana yang dibeberkan Wabup Agus Boli itu. Orang nomor satu di lingkup rumah sakit milik Pemda Flotim tersebut bahkan  menelanjangi  alur gerak resep yang tidak melalui apotik RSUD.  Dari dalam ruangan, langsung mengarah pada apotik tertentu.

“Kadang dari ruangan pemeriksaan langsung diarahkan ke apotik luar. Dan ini akan kita benahi. Kami akan segera menggelar rapat untuk menertibkan hal-hal ini. Memang sering kami diperhadapkan dengan masalah stock obat yang lama datang karena sistem pengadaannya  dominan menggunakan sistem E-Katalog. Belum lagi kita dihadapkan pada jenis penyakit khusus yang persediaan obatnya tidak ada. Namun kita akan segera memperbaiki semuanya itu demi memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat kita.” ujar dr. Yosep Kopong Daten.

Komitmen Direktur RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka itu pun kembali disahuti Wabup Agus Boli. Pada prinsipnya, terhitung hari ini, dirinya bersama Bupati Anton Hadjon tidak lagi mendengar pengaduan masyarakat bahwa masih ada resep  yang mengharuskan pasien  RSUD Larantuka membeli obat-obat di luar dari apotik RSUD. (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment