Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. E.S. Margianti: Bukan Anak Autis

Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. E.S. Margianti. BNN/RSN

Denpasar/BaliNewsNetwork-Rektor Universitas Gunadarma Jakarta Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM membantah sorang mahasiswanya bernama Farhan yang menjadi korban bully oleh rekannya sesama mahasiswa dan  viral di media sosial adalah mahasiswa yang berkebutuhan khusus atau autis.

“Kami  menerima dia (waktu pertama kali masuk-red) normal saja, melalui wawancara dia baik. Dia juga sudah lolos test kesehatan dan tes narkoba. Mungkin fotonya itu yang keliatan dia agak autis. orangtuanya keberatan  anaknya disebut autis,” kata Prof. Margianti usai menjadi pembicara utama dalam seminar Penguatan Kualitas Tata Kelola dalam Rangka Membangun Budaya Mutu Perguruan Tinggi”di kampus STMIK Primakara Denpasar, Selasa (18/07).

Penegasan ini disampaikan Margianti menanggapi maraknya pemberitaan di media massa cetak, eletronik, dan online tentang ulah tiga mahasiswa Universitas Gunadarma mem-bully seorang rekannya yang seolah-olah sebagai anak autis

Menurut Margianti, meski baru semester pertama, Farhan, mahasiswa tersebut,  menunjukkan prestasi bagus.  Hal ini bisa dilihat dari indeks prestasinya (IP). Justru salah satu mahasiswa yang menggodanya itu IP-nya lebih rendah

“IP-nya (korban) 3,07, memang ada satu mata kuliah yang nilai ujiannya belum masuk, tapi setidaknya ini menunjukkan dia anak pintar. IP anak yang menggoda, mereka ada tiga orang, salah satunya IP 2,99, yang lainnya 3,7,” kata Margianti

Margianti kemudian menguraikan  kejadian sebenarnya hingga menjadi viral di media sosial.

“Sebetulnya yang terjadi itu mereka bergurau, menggoda si anak ini. Kami juga mengumpulkan orang tua dan pelaku. Orangtuanya  juga mengatakan bahwa anak itu normal saja,” terang Margianti.

“Jadi, mereka bergurau tapi yang kurang bijaksana itu adalah meng-upload  dan menyentuh perasaan semua orang,” tukasnya

Dalam kasus ini pihak keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepada kampus untuk menyelesaikananya.

“Artinya tidak ada tuntutan kriminal. Soal tindakan atau sanksi apa yang kami berikan kepada tiga mahasiswa itu, masih dalam proses,” sebut Margianti. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment