Dituntut 14 Tahun Penjara, Bule Rusia Ini Hanya Ajukan Pembelaan Secara Lisan

Alexey Prusov (kanan) bnn/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork- Alexey Prusov (28) warga negara Rusia yang menjadi terdakwa kasus penyelendupan Narkotika jenis sabu sabu seberat 106,2 gram akhirnya dituntut 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya dalam sidang, Selasa (18/7).

Dihadapan majelis hakim pimpinan DR. Yanto, Jaksa Eddy Arta Wijaya dalam surat tuntutanya menyatakan terdakwa yang berprofesi sebagai Software Developer itu terbukti bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum mengimpor Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Pebuatan terdakwa melanggar Pasal 113 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelum sampai pada tuntutan pidana, jaksa terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak menunjang program pemerintah dalam rangka memberantas Narkotik. Sedangkan yang meringakan, terdakwa belum pernah dihukum dan sopan dalam persidangan.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun dikurangi selama terdakwa ditahan,”sebut jaksa dalam amar tuntutanya. Selain itu, jaksa juga menuntut agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 2 miliar.”Apa bila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,”tegas JPU.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi dua pengacara, Pande Sugiarta dan Valerian Libert Wange langsung mengajukan pembelaan secara lisan. Dalam pembelaan yang disampaijan secara lisan itu, pada intinya terdakwa memohon keringanan hukuman. Alasanya terdakwa sudah mengaku terus terang, tidak mempersulit jalanya persidangan dan menyesali perbuatnya.

Atas pembelaan itu, JPU Eddy Arta menyatakan tetap pada tuntunya, sehingga majelis hakim menunda sidang dengan agenda putusan pada Rabu (26/7) mendatang.”Sidang kita tunda hingga Rabu (26/7) dengan agenda putusan,”kata hakim sembari mengetuk palunya. Sementara itu, dalam surat tuntutan jaksa, juga diuraikan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Terdakwa yang tinggal di Jalan Tegal Cupek, Gang Barata No. 29, Kuita Utara, Badung itu ditangkap polisi pada tanggal 6 Januari 2016 silam di Kantor Post Sanset Road, Kuta, Badung. Terdakwa ditangkap usai mengambil paket yang dialamatkan di Kantor Post Sanset Road, Box 80361.

Paket yang diketahui berisikan narkotika yang diduga sabu itu ditujukan kepada orang yang bernama Miche Kaiser. Sebelum terjadi penangkapan, awalnya padal 5 Januari 2017 petugas Bea dan Cukai yang sedang melaksana tugas di Kantor Post melihat ada benda mencurigakan dalam paket kiriman yang dijukan kepada Miche Kaiser.

“Atas kecurigaan itu, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut,”sebut Jaksa Eddy Arta. Kecurigaan petugas benar adanya, saat dibukan dalam paket tersebut terdapat plastik bening yang di dalamnya berisi kristal berwarna coklat yang diduga sabu seberat 106,62 gram netto.”Atas temuan itu lalu dilakukan koordinasi dengan kepolisian Polda Bali,”sebut jaksa Kejati Bali itu.

Kemudian pada tanggal 6 Januari petugas Kantor Post menghubungi penerima paket, Miche Kaiser melalui telepon yang menyampaikan bahwa paket kiriman sudah tiba dan bisa diambil. Masih dihari yang sama sekitar pukul 18.30 wita, datang terdakwa Alexey Prusov ke Kantor Post Sanset Road untuk mengambil paket miliknya atas nama Miche Kaiser dengan Po Box 109.

“Saat itu terdakwa ditanya oleh petugas pos apakah paket ini milik terdakwa dan langsung dijawab iya oleh terdakwa,”kata Eddy Arta. Usai terdakwa mengambil kiriman tersebut, saat terdakwa tiba diparkiran Kantor Post, terdakwa diringkus oleh petugas kepolisian dari Polda Bali.

Siapa pemilik nama Miche Kaiser juga diungkap dalam tuntutan jaksa. Dimana sebelumnya, terdakwa pada bulan November tahun 2016 datang ke Kantor Post untuk membuka Po Box. Terdakwa oleh petugas lalu diberi formulir. Nah, saat terdakwa mendaftar itulah terdakwa mengisi formulir seolah-olah terdakwa bernama Miche Kaiser.(pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment