Kelanjutan Kasus Perdin DPRD Denpasar-Tunggu Hasil Ekspos Usai Sidang Rai Sutha

Tri Syahru Wira Kosadha (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Penanganan kasus mark up perjalanan dinas (Perdin) DPRD Denpasar yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar nampaknya masih menyisahkan tanda tanya. Apakah kasus ini masih terus bergilir pasca menetapkan dua pejabat Sekretariatan dewan sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, atau malah sebaliknya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Denpasar, Tri Syahru Wira Kosadha yang ditanyai soal kelanjutkan kasus yang merugikan negara Rp 2,2 miliar (sudah dikembalikan) itu beberapa waktu lalu di Kejari Denpasar juga belum berani memastikan.

Pejabat asal Jakarta itu hanya mengatakan pihaknya akan melakukan gelar perkara/ekspos usai terdakwa I Gusti Rai Sutha divonis. “Kami akan menggelar ekspos usai Rai Sutha divonis nanti,”katanya kepada wartawan.

Saat ditanya soal fakta yang selama ini terungkap dalam persidangan Rai Sutha, dimana majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila terus menyebut soal adanya peran travel (Bali Daksina dan Sunda Duta) dalam perkara mark up ini, Syahru tetap menjawab pihaknya akan menggelar ekspos terlebih dahulu.

Seperti diketahui, dalam fakta persidangan terungkap bahwa, kasus mark up ini terjadi karena travel yang menangani perjalanan dinas dituding terlalu besar dalam menarik keutungan.

Namun hal itu sepertinya bisa dipatahkan karena keuntungan yang ditarik oleh travel, meski menurut majelis hakim terlalu tinggi, tapi belum melebihi pagu dari anggaran yang ditetapkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur tentang perjalanan dinas.

Terkait hal ini, Syahru berpendapat bahwa, meskipun travel mekakukan mark up harga hotel maupun tiket pesawat dianggap terlalu tinggi, tapi apa bila I Gusti Made Patra selaku PPTK dan I Gusti Rai Sutha sebagai PA melakukan pencegahan dengan memeriksaan lebih ditail, maka kasus ini tidak akan terjadi.”Kerena itu, kami menganggap PPTK dan PA adalah pihak yang paling bertanggungjawab,”pungkasnya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment