Kasus Senderan Tukad Mati-Kajari Pastikan ada Dua Tersangka

Erna Normawati Widodo Putri (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Meski belum diumumkan nama tersangka dalam kasus korupsi pembangunan senderan Tukad Mati, di Legian, Badung, tapi Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar sudah memastikan bahwa dalam kasus ini ada dua orang yang dijadikan tersangka. Hal ini disampaikan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Erna Normawati Widodo Putri.

Dengan demikian, pemberitaan yang selama ini menyebut akan ada tiga tersangka, terbantahkan.”Yang sudah pasti dua orang (tersangka),”kata Erna yang ditemui belum lama ini. Namun kapan nama tersangka akan diumumkan, mantan Aspidsus Kejati Bali itu belum bisa memastikan.

Karena hingga berita ini dibuat, Kejari masih menunggu saksi ahli yang akan kembali melakukan pemeriksaan lapangan.”Kalau ahli yang kami harapkan ini datang lebih cepat, maka pengumuman nama tersangka juga lebih cepat,”sebutnya. Seperti diketahui, dalam kasus ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi.

Selain dari pihak rekanan yaitu PT. Undagi Jaya Mandiri, beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PURP) Badung juga sudah dimintai keterangan. Diantaranya Kadis PUPR IB. Surya Suamba, A.A. Gede Dalem, dan I Gede Sumaradana.

Diketahui pula, kasus ini menucul berawal dari adanya laporan warga yang mengatakan jika pembangunan senderan Tukad Mati di Legian, Badung mengalami masalah. Pasalnya, baru saja selesai dan diserahterimakan, sudah ada bebera bagian yang retak dan jebol. Proyek senderan Tukad Mati tersebut terbentang sepanjang 570 meter dengan anggaran Rp 2,1 miliar yang digaran oleh PT. Undagi Jaya Mandiri sejak awal 2016 lalu.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment