Usai Threesom, Susilo Gak Bisa Bayar, Babak Belur Dihajar PSK Bencong

Korban Muhamad Susilo. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria yang ditemukan tergeletak telanjang di lahan kosong (sebelumnya ditulis di jalanan-red) wilayah Padang Sambian, Denpasar Barat, rupanya telah mengalami penganiayaan sebelumnya di sebuah kamar kos di Jalan Pura Banyuning No. 2 Denpasar, Kamis (13/7) sekira pukul 05.30 Wita, kemudian akhirnya korban dibuang

Diduga korban atas nama Muhamad Susilo (30). Pria asal Jombang ini sebelumnya telah melakukan transaksi seks melalui chating dengan terduga pelaku PSK banci atau waria atas nama Wahyu Dian Candra alias Dea (27) asal Lamongan, Jawa Timur dengan alamat sementara TKP.

Wahyu, bencong yang diduga memukul Susilo

Wahyu, bencong yang diduga memukul Susilo

Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Gede Sumena menjelaskan, terduga pelaku adalah Wahyu alias Dea, seorang PSK bencong. Selain mengamankan Wahyu, polisi turut mengamankan rekan Wahyu, Firdiansyah alias Bunga (27).

Pengakuan terduga pelaku Wahyu, katanya, dia menerima bookingan melalui chat dengan korban dan sepakat melakukan hubungan badan di kost Wahyu. Tak selang berapa lama, muncul rekan pelaku yakni Firdiansyah dan mereka melakukan hubungan badan bertig atau threesom.

“Usai berhubungan, terduga pelaku minta bayaran pada korban tapi korban ngaku gak punya uang. Karena itu, Wahyu memaksa korban memberikan HP merk Sony milik korban. Karena pelaku tidak mau mengembalikan HP korban, korban menyerang Wahyu dengan gunting hingga pelaku mengalami luka-luka,” terang Kapolsek di Denpasar, Jumat (14/7).

Terjadilah aksi saling pukul antara ketiganya. Wahyu dan Ferdy membalas memukul korban sampai korban mengalami lebam pada mata dan wajah serta kepala korban mengalami luka robek. Kemudian Wahyu membopong korban turun dari kamar dan membuang korban di lahan kosong di sebelah barat kos pelaku Wahyu.

“Selanjutnya Wahyu pergi ke Puskesmas II Denbar untuk mengobati lukanya. Dari Puskesmas Wahyu dirujuk ke RSUP Sanglah, saat ini keduanya dirawat di RSUP Sanglah,” ujarnya.

Lain hal keterangan saksi Firdiansyah. Menurut pria asal Bengkulu ini, pihaknya menerima ajakan temannya untuk menggarap korban. Saksi disuruh naik ke kamar Wahyu dan disuruh garap tamunya si Wahyu.

“Pengakuannya ya karena tamunya mabuk, dia gak jadi ikut dan kembali ke kamarnya. Sekitar kurang lebih 10 menit si Wahyu turun ke bawah sambil meminta tolong dan berlumuran darah, setelah itu saya melihat tamunya jatuh dari lantai 2 dan tergeletak di halaman kos kosan,” terang mantan Wakapolsek Densel ini. Karena takut, saksi kabur pulang ke kostnya di Kerobokan.

Firdiansya, saksi, bencong

Firdiansya, saksi, bencong

“Kondisi Wahyu (diduga pelaku) sudah sadar dan sudah bisa makan karena tadi siang sudah selesai operasi. Untuk Muhammad Susilo (diduga korban) sementara belum sadar namun masih bernafas,” tambah Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra RA, Jumat (14/7) malam.

Sementara itu dari hasil olah TKP petugas menemukan kondom yang berisi sperma di kamar pelaku Wahyu, pisau lipat warna merah ditemukan di sela-sela tanaman di taman kos Wahyu, ceceran darah di kamar Wahyu, HP Merk Sony milik korban yang diamankan dari Wahyu, motor Honda Beat warna hitam No. Pol S-2151-ZZ milik korban, dan motor Honda Beat hitam DK-6348-QS milik pelaku Wahyu.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan tergeletak di lahan kosong di sebelah barat TKP. Saat ditemukan kondisi korban dalam keadaan telanjang, mulut bau minuman, bagian wajah dan kelopak mata lebam, dan kepala sebelah kiri luka robek. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Terduga Pelaku Wahyu Ungkap Susilo Bawa Pisau

Diduga Dianiaya, Pria Asal Jombang Ditemukan Babak Belur di Jalanan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment