Pesan Kapal Penangkap Ikan Tanpa Izin, Pria Bagan Jadi Terdakwa

Ilustrasi

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang pria asal Bagansiapiapi bernama Cahyadi T Anak dari Opeh (42) harus mempertangjawabkan perbuatanya di muka sidang, Selasa (11/7) karena memesan kapal penangkap ikan tanpa izin dari Menteri Perikanan. Meski begitu, terdakwa dalam menghadapi kasus ini tidak harus mendekam dalam perjara karena terdakwa tidak ditahan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) James Edy Sadikin yang dibacakan di hadapan majelis hakim pimpinan Made Sukereni memaparkan, peristiwa yang membuat Cahyadi menjadi terdakwa ini berawal saat terdakwa yang beralamat di Jln. Mertasari Gang Kelana, Banjar Graha Santi, Sidakarya menghungi Kusnadi Kuncoro yang tinggal di Pekalongan, Jawa Tengah. Terdakwa menghubungi kusnadi Kuncoro untuk dibuatkan kapal penangkap ikan Naga Mas Perkasa-20.

Kuncoro menyanggupi dan terdakwa memasan kapal dengan spesifikasi panjang 23,00 M, lebar 5,70 M dan dalam 2,10 M. Namun sebelum memasan kapal, terdakwa tidak pernah mengajukan izin kepada Meteri Kelautan dan Perikanan. Selain itu terdakwa juga tidak pernah mengajukan pormohonan rekomendasi teknis kapal perikanan.

“Sehingga kapal yang dibuat oleh Kusnadi Kuncoro yang dipesan terdakwa tidak memiliki izin dari Menteri Kelautan dan Perikanan,” sebut jaksa dalam dakwaannya.

Dalam dakwaan disebut pula, berdasarkan Pasal 35 ayat (1) UU No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah dengan UU RI. No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI. No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan dijelaskan, bahwa setiap orang yang mengadakan kapal wajib terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Menteri. Selain itu masih ada aturan lainnya yang berkaitan dengan perikanan.

Atas perbuatan itu, terdakwa kelahiran 19 Februari 1975 itu dijerat dengan Pasal 95 UU RI. No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah dengan UU RI. No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI. No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Terdakwa terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 600 juta. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment