Fasih Bahasa Indonesia, Wanita Cantik WN Rusia Ini Disidang Tanpa Penerjemah

Terdakwa Goryaynova Anastasiya. BNN/PRO

Denpasar-BaliNewsNetwork-Warga Negara (WN) Rusia bernama Goryaynova Anastasiya (30) yang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu sabu sebarat 0,16 gram, Senin (10/7) diadili di PN Denpasar. Menariknya saat menjalani persidangan, wanita berparas cantik kelahiran Jerman ini meski tercatat sebagai WN Rusia tapi tanpa didampingi penerjemah.

Meski tanpa didampingi penerjemah, terdakwa seperti cukup memahami isi dakwawaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cok Intan Merlani Dewi karena terdakwa sangat fasih dalam berbahasa Indonesia.

Usut punya usut, terdakwa faaih berbahasa Indonesia karena selain sudab cukup lama tingal di  Bali, terdakwa ternyata penah menikah dengan pria lokal dan saat ini status sudah bercerai. Dalam menjalani sidang, terdakwa didampingi pengaca Made Ahmad Hadiana dkk.

Terungkap dalam dakwaan jaksa, terdakwa ditangkap petugas 24 Maret 2017 silam sekira pukul 22,40 Wita di Gang Bamboo Jalan Raya Kuta. Terdakwa ditangkap setelah petugas kepolisian mendapa informasi dari masyarakat yang menyebut ada seorang warga asing yang akrab disapa Ana dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 180 dan beratato di lengan sering menggunakan narkoba.

“Atas informasi itu petugas polisi langsung melakukan peyelidikan dan bertemu dengan orang dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan,” sebut jaksa yang akrab disapa Cok Intan itu.

Saat ditangkap, dari tangan wanita yang pernah menikah dengan pria asal Buleleng, Singaraja itu petugas menemukan satu bungkus plastik klip yang dipegang oleh terdakwa.

“Saat ditanya petugas, terdakwa mengaku barang itu miliknya yang dibeli dari seseorang seharga Rp 500 ribu,” kata jaksa dalam dakwaanya.

Dari hasil pemeriksaan laboratoroim, menyebutkan bahwa benar barang bukti yang diamankan dari tangan terdakwa adalah sabu-sabu. Tapi hasil tes urine terdakwa disebut tidak mengandung sediaan narkotika.

Atas perbuatan itu jaksa menjerat terdakwa dengan dakwaan tiga pasal berlapas. Yaitu Pasal 112 ayat (1), Pasal 115 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Atas dakwaan itu, terdakwa mengatakan tidak mengajukan eksepsi. (PRO)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Impor Kg 3  Hasis, Bule Rusia Dituntut 20 Tahun Penjara

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment