Awaludin Lewo, Mantan Pengebom Ikan Ini Diringkus Lagi

Awaludin Lewo (bercelana pendek) bersama barang bukti dan ke-7 ABK ketika tiba di PPI Amagarapti,Selasa (11/7). BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Awaludin Lewo (39) rupanya tak pernah kapok mencari ikan dengan cara instan alias mengunakan bahan peledak. Warga Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur ini pernah dihukum 1 tahun 3 bulan (15 bulan) penjara karena mencari ikan dengan cara mengebom.

Selasa (11/07) pagi,  Awaludin Lewo kembali mengulangi perbuatannya. Dia diketahui mengebom ikan di perairan Lewo Keleng, Kecamatan Ile Boleng. Setelah dua kali melempar bom dan mendapat hasil banyak, Awaludin Lewo kembali ke rumahnya di Bele. Sementara ke-7 ABK tetap standby  di kapal. Dia merasa aman tak ada yang mengusiknya.

Tapi Lewo keliru. Ulahnya diketahui masyarakat dan dilaporkan ke Polair Larantuka.  Akibatnya bisa ditebak. Satuan Kepolisian Air Polda NTT area Flores Timur bersama Tim Missol Baseftin dan WCS serta Dinas Perikanan Flores Timur pada Selasa (11/7) pukul 07.30 Wita berhasil meringkus Awaludin Lewo bersama ke-7 ABK tersebut.

Satuan Poair Larantuka menangka Awaludin Lewo (celana pendek)

Satuan Poair Larantuka menangka Awaludin Lewo (celana pendek)

Kanit Polair Polda NTT  area Flotim Bripka Frans Kakiay dan Kepala Bidang  Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha Dinas Perikanan Flotim,Apolinardus Y.P Demoor  yang dikonfirmasi di sela-sela pengamanan para pelaku dan barang bukti di PPI Amagarapati, Larantuka menguraikan, pasca menerima laporan warga bahwa sedang terjadi aktivitas pengeboman ikan di perairan Lewo Keleng, pihaknya langsung meluncur  ke TKP.

Awaludin Lewo diringkus di rumahnya,  Bele, (Desa Waiburak). Mengetahui bos mereka, Lewo, telah ditangkap aparat Polair, ke-7 ABK yang terdiri atas 3 orang dewasa dan 4 anak dibawa umur langsung melarikan kapal motor mereka menuju Desa Lamakera, Kecamatan Solor Timur.

“Kami lalu memburu mereka dan berhasil menghadang mereka persis di depan pelabuhan Lamakera dan membawanya untuk dilanjutkan ke pihak penegak hukum. Dua kali mereka melakukan pengeboman, dan menurut keterangan mereka, hanya ada dua botol bom yang mereka bawa dan terpakai semuannya,” Papar Bripka Frans Kakiay dan Dus Demoor.

Dari tangan pelaku, tim gabungan tersebut berhasil mengamankan sebuah kapal motor 2 GT, sebuah sampan, 2 buah karung ikan jenis bawo dan menera (bahasa setempat), 1 unit kompresor dan perlengkapannya, 2 buah coolbox, pukat plastik bermata 2,5 inc sebanyak 16 picc.

Awaludin Lewo yang pernah ditangkap di perairan Waiteba, Kabupaten Lembata  dua tahun lalu dan menjalani hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan atau 15 bulan, ketika ditanyai BaliNewsNetwork.com mengaku kapok dan berjanji untuk bertobat seratus persen.

“Saya sumpah, tidak akan melakukannya lagi. Penangkapan kali ini sungguh membuat saya bertobat. Kepada teman-teman yang masih aktif membom, sebaiknya berhenti, dan tidak boleh melakukannya lagi,” ucap Lewo serius, dengan terus menerus mengatakan tobat dan sesalnya itu. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment