Aksi Damai Jurnalis NTT Tolak Intimidasi Pers

Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Media Online Nusa Tenggara Timur (KOWMEN NTT) menggelar aksi demo di depan halaman Polda NTT, Selasa (11/7).

Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap Bupati Rote Ndao, Lens Haning dan Camat Rote Barat Laut yang diduga telah melakukan intimidasi bahkan penganiayaan terhadap seorang jurnalis, Bernadus Saduk, jurnalis media online PortalNTT.com.

Mereka menuntut pihak kepolisian segera memproses hukum Bupati Rote Ndao dan Camat Rote Barat Laut.

Sebelumnya, wartawan media online Portalntt.com, resmi melaporkan Camat Rote Barat Laut, Ellyas Tallo Manafe ke Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan tersebut merupakan buntut dari dugaan pelecehan disertai dengan penganiayaan terhadap dirinya. Kejadian tersebut terjadi pada saat upacara peringatan HUT Kabupaten Rote Ndao di halaman Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao.

Bernadus Saduk menjelaskan, usai upacara Bupati Rote Ndao Leonard Haning langsung mendekatinya dan menanyakan perihal berita yang ditulisnya. Menurut Bupati, apa yang ditulisnya merupakan bentuk penghinaan terhadap Maneleo (Kepala Suku, Red).

Ia menambahkan, setelah bertanya, Bupati yang akrab disapa Lens Haning ini langsung mengambil mikrofon lalu berkata, “Maneleo dari Dengka semua datang dulu, Wartawan yang tulis berita saya (Bupati) dan Ketua DPRD tidak mendapat penghormatan sudah saya tangkap.”

Lanjut Bernadus Saduk, usai berkata demikian, dirinya kemudian didekati sejumlah Pejabat diantaranya Sekda Jonas M Selly, Ketua DPRD Alfred Saudila, Camat Rote Barat Laut Elias Tallomanafe, Andri Mooy, serta David Saleh, sambil melontarkan pertanyaan kepadanya seputar berita yang dia tulis. Menurutnya, situasi saat itu cukup tegang hingga berujung pada penganiayaan terhadap dirinya.

“Saya dipukul oleh David Saleh di bagian kepala, dan Elias Tallomanafe camat Rote Barat Laut menendang dan memukul pada kaki dan tangan kanan saya,” tutur Saduk kepada wartawan, Minggu (9/7).

Saat melapor ke Polda NTT, Bernadus Saduk didampingi oleh lima Kuasa Hukum diantaranya Yohanes Cornelius Talan, SH, Israel Kudang Laiskodat, SH, Paul Harihijaya, SH, Ivan Valen Yosua Missa, SH dan Fransisco Bernando Bessi, SH, MH. Laporan itu diterima Kepala Siaga II SPKT Polda NTT, AKP Jamaluddin, SH dengan Nomor Polisi STTL/B/225/VII/2017/SPKT.

Ketua Tim Kuasa Hukum pelapor, Fransisco Bernando Bessie mengaku sangat menyayangkan kasus ini. Menurut dia, sebenarnya kasus semacam ini tidak perlu terjadi, lantaran Bupati Lens Haning memiliki kinerja yang cukup baik dan dipercaya memimpin selama dua periode. “Ini merupakan bentuk intimidasi terhadap pekerja pers,” katanya.

Menurut Bessie, pihaknya tidak akan main-main dengan kasus ini dan siap mengawalnya sampai tuntas. “Klien kami (Bernadus Saduk) sudah divisum, dimana kaki kirinya terdapat luka akibat tendangan,” ujar Bessie saat melapor di Mapolda NTT didampingi empat orang rekannya.

Sementara itu, baik Camat Rote Barat Laut, Elias Tallomanafe maupun Bupati Lens Haning yang dikonfirmasi melalui telepon seluler masing-masing, mengaku siap diperiksa atas laporan yang dilayangkan. “Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, jika dipanggil oleh Polda NTT untuk diperiksa saya siap,” ujar Tallomanafe.

“Saya siap menghadapi proses hukum,” tegas Lens Haning sambil mengaku jika dirinya pun akan melapor balik Bernadus Saduk, karena yang bersangkutan disebutnya tidak memiliki surat tugas selama menjalankan aktivitas jurnalistik di daerah yang dipimpinnya. (Amar Ola Keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment